Amalan Sunah Tahun Baru Islam, Doa Awal dan Akhir Tahun Tak Dikenal

Muharam Tahun Baru Islam

PILARTIMES.COM — Kaum muslim di seluruh dunia akan memasuki tahun baru Islam 1 Muharam 1442 Hijriyah, Kamis, 30 Agustus 2020.

Di Indonesia, tahun baru Islam  1 Muharram termasuk hari libur nasional. Umat Islam biasa merayakan tahun baru Islam dengan pawai obor atau lomba-lomba keislaman.

Namun, tahun ini situasianya berbeda, terkait pandemi Covid-19. Karenanya, kaum muslim bisa lebih fokus pada amalan sunah tahun baru Islam pada tanggal 10 Muharam, yakni Puasa Asyuro.

Puasa sunah inilah satu-satunya amalan sunah tahun baru Islam yang disyariatkan. Keutamaannya tercatat dalam hadits shahih riwayat Abu Hurairah:

Baca Juga

جاء رجل إلى النبي ضلى الله عليه وسلم فقال: أي الصيام أفضل بعد شهر رمضان؟ قال: شهر الله الذي تدعونه المحرم

Artinya: “Seseorang datang menemui Rasulullah SAW, ia bertanya, ‘Setelah Ramadhan, puasa di bulan apa yang lebih afdhal?’ Nabi menjawab, ‘Puasa di Bulan Allah, yaitu bulan yang kalian sebut dengan Muharram,” (HR Ibnu Majah).

Puasa tersebut adalah puasa Asyura yang dilaksanakan tiap 10 Muharam. Pahala bagi yang melaksanakan akan sangat besar, sebagaiman termaktub dalam hadits riwayat Muslim berikut ini.

“Dari Abu Qatadah r.a, Rasulullah SAW ditanya perihal puasa Asyura, lalu Rasulullah bersabda, ‘Menghapuskan dosa-dosa setahun yang lalu.”

Muharam termasuk bulan yang dimuliakan. Bulan ini disebut Syahrullah (bulan Allah).

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِن أَنْفُسَكُمْ

“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah diwaktu Dia menciptakan lanit dan bumi, diantaranya terdapat empat bulan haram.” (QS. at Taubah :36).

Empat bulan haram tersebut dijelaskan dalam hadits shahih berikut ini:

“Sesungguhnya zaman itu berputar sebagaiman bentuknya semula di waktu Allah menciptakan langit dan bumi. Setahun itu ada dua belas bulan, diantaranya terdapat empat bulan yang dihormati : 3 bulan berturut-turut; Dzulqo’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab Mudhar, yang terdapat diantara bulan Jumada Tsaniah dan Sya’ban” (HR. Bukhari dan Muslim).

Tidak Ada Doa Awal dan Akhir Tahun

Doa awal dan akhir tahun yang banyak tersebar di media sosial bahkan media mainstrem, sesungguhnya tidak dikenal dalam Islam.

Penanggalan tahun Hijriyah sendiri baru dimulai pada masa Khalifah Umar bin Khattab. Artinya, pada masa Nabi Muhammad Saw dan Khalifah Abu Bakar belum ada kalender Hijriyah.

Karenanya, tidak masuk akal jika ada doa Nabi Saw tentang awal dan akhir tahun Hijriyah.

Muharam Tahun Baru Islam
Ilustrasi Hijrah: Awal Penanggalan Hijriyah

Mengutip laman Konsultasi Syariah, segala bentuk ritual ibadah, baik shalat di malam pergantian tahun atau doa tahun baru, atau puasa akhir tahun, sama sekali tidak pernah dikenal di zaman Nabi Saw dan para sahabat.

Ketika Umar menetapkan tanggal 1 Muharram sebagai hari pergantian tahun, beliau tidak memerintahkan masyarakat untuk memeriahkan hari itu sebagai hari istimewa.

Karena itulah, para ulama sejak masa silam tidak pernah menganjurkan adanya ibadah khusus, apa pun bentuknya, di tahun baru hijriyah, kecuali Puasa Asyuro tanggal 1o Muharam.

Dr. Bakr Abu Zaid (pengajar di Masjid Nabawi pada 1390 – 1400 H dan anggota Majma’ al-Fiqhi al-Islami di bawah Rabithah Alam Islamiyah) mengatakan:

لا يثبت في الشرع شيء من دعاء أو ذكر لآخر العام، وقد أحدث الناس فيه من الدعاء، ورتبوا ما لم يأذن به الشرع، فهو بدعة لا أصل لها.

“Tidak terdapat dalil dalam syariat yang menyebutkan tentang doa atau dzikir akhir tahun. Masyarakat membuat-buat kegiatan doa, mereka susun kalimat-kalimat doa, yang sama sekali tidak diizinkan dalam syariat. Doa semacam ini murni bukan ajaran Nabi Saw dan tidak ada dasarnya” (Tashih ad-Dua, hlm. 108).

Keterangan yang sama juga disampaikan Syaikh Khalid Abdul Mun’im Rifa’i:

ينبغي للمسلم اجتناب تخصيص نهاية العام أو بداية العام الجديد بشيء من العبادات؛ فكل خير في اتباع من سلف

Selayaknya bagi setiap muslim untuk tidak mengkhususkan akhir tahun atau awal tahun baru dengan ibadah apa pun. Karena kebaikan itu ada pada mengikuti ulama terdahulu.

Memahami keterangan di atas, satu prinsip yang layak kita pahami bersama, tidak ada doa tahun baru hijriyah. Sementara doa yang tersebar di masyarakat, yang bunyinya:

اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالأَمْنِ وَالإِيمَانِ وَالسَّلاَمَةِ وَالإِسْلاَمِ….الخ.

“Ya Allah, tampakkan bulan itu kepada kami dengan membawa keberkahan dan keimanan, keselamatan dan Islam…dst.”

Doa ini shahih, diriwayatkan Ahmad, Turmudzi, dan yang lainnya. Hanya saja, doa tersebut bukan doa awal tahun, melainkan doa awal bulan.*

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *