Gatot Nurmantyo: KAMI Akan Hadir di Semua Elemen Masyarakat

PILARTIMES.COM, BANDUNG – – Acara deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Jawa Barat dilakukan di sebuah rumah salah satu relawan pendukungnya di daerah Babakan Jeruk Pasteur Kota Bandung.

Di tempat ini deklarasi berjalan sukses dengan dihadiri pengurus KAMI Jabar dan Presidium KAMI Pusat salah satunya mantan Ketua MUI Din Syamsuddin dan mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo dan ratusan massa simpatisan.

Usai deklarsi ratusan massa dan simpatisan kemudian melanjutkan aksi dan orasi di depan Gedung Sate Jl.Diponegoro Kota Bandung. Orasi sendiri dilakukan dari berbagai elemen masyarakat yang turut mendukung keberadaan KAMI JABAR yang baru saja dideklarasikan.

Dalam orasi singkatnya Ketua Presidium KAMI Pusat, Din Syamsuddin menyampaikan bahwa KAMI adalah gerakan moral yang mengedepankan etika,norma hukum, akal sehat serta sikap kritis yang konstitusional.

Baca Juga

“KAMI mengajak masyarakat untuk memiliki sikap kritis terhadap berbagai hal sebagai kewajiban keagamaan dengan melawan berbagai bentuk kemunkaran,”ungkapnya.

Masyarakat, sambung Din Syamsuddin tidak perlu takut dan meminta agar semua bersikap kritis namun harus berorientasi kepada menyelamatkan negeri.

“Sekaligi KAMI adalah gerakan moral yang mengedepankan akal sehat dan hati nurani yang bersih untuk NKRI yang lebih baik lagi,”imbuhnya.

Jendral TNI (Purn) Gatot Nurmantyo dalam orasinya menyampaikan bahwa salah satu alasannya datang ke acara deklarasi KAMI Jabar adalah untuk menenangkan massa karena beberapa kali tempat agenda acara deklarasi terganjal.

“Saya diberitahu deklarasi di balai Sartika dibatalkan saya justru tersenyum 10 kali, lalu di hotel Grand Pasundan sudah dipersiapkan, dari Satgas Covid sudah mengizinkan, tiba-tiba di demo, dan surat perizinan dari satgas covid ditarik kembali, saya tersenyum 100 kali. Namun jangan patah semangat saudaraku, ini salah satu bentuk perjuangan,”ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa segala bentuk ganjalan tersebut tidak perlu dihadapi dengan emosi melainkan harus diambil hikmahnya. Sebab, sambungnya, Allah Swt pasti mempunyai rencana yang lebih baik dari yang kita rencanakan.

“Di Balai Sartika dan Hotel Pasundan yang tertutup tidak jadi. Lalu Allah memberi tempat terbuka disini dengan dihadari ribuan orang dan semua orang bisa ikut menyaksikan perjuangan KAMI,”paparnya.

Menurutnya banyaknya rintangan dalam deklarasi akan menjadikan gerak dan perjuangan KAMI menjadi lebih solid lagi. Ia pun berharap agar KAMI dapat terbentuk dari berbagai kalangan dan latar belakang.

“Kalau bisa buat dokter-dokter KAMI, mahasiswa-mahasiswa KAMI, pelajar-pelajar KAMI, guru-guru KAMI, buruh-buruh KAMI, petani-petani KAMI dan sebagainya, ” katanya lagi.

Secara khusus Gatot juga meminta kepada para Purnawirawan dan TNI aktif untuk mengingat Sumpah membela rakyat dan negara berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Bersikap tegas terhadap para penyimpang konstitusi dan ideologi negara.

“Insya Allah KAMI purnawirawan akan dideklarasikan 30 Oktober nanti,”pungkasnya.

Beberapa tokoh Jabar seperti HM.Rizal Fadilah dan KH.Athian Ali juga turut memberikan orasinya. Menjelang Ashar acara selesai dan massa membubarkan diri dengan tertib.

Sebelumnya Deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Jawa Barat akan dilakukan di Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat seputaran Gasibu. Namun batal karena sesuatua hal.

Berikutnya panitia menyiapkan tempat deklarasi Gedung Bikasoga. Namun pihak panitia mengaku terganjal izin hingga menjelang pelaksanaannya. Selanjutnya panitia memilih tempat di Hotel Grand Pasundan namun ditempat tertutup ini pun gagal lagi. Humas panitia, Rieta membenarkan pembatalan acara.

“Kami sudah kantongi rekomendasi dari pihak otoritas penanganan Covid-19. Dengan bekal itu, kami menyewa tempat di Grand Pasundan dan sudah melunasi. Tapi 12 jam menjelang acara, kami dilarang dengan alasan terkait Covid-19 juga,” katanya.

Tampak hadir nama-nama Presidium KAMI Jawa Barat antara lain, Radhar Tri Baskoro, SE MM, H.M. Rizal Fadillah, SH, IR. Syafril Sofyan, IR. Erry Nurbaya, Mayjen Purn TNI Robby Win Kadir, KH.Athian Ali, Din Din Maolani, Jumhur Hidayat dan lainnya juga ada Din Syamsuddin, Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo, Ahmad Yani, Said Didu, Edy Mulyadi dan yang lainnya. [ ]

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *