Denda Tidak Pakai Masker di Jabar Berlaku Mulai Hari Ini

Operasi Masker

PILARTIMES.COM, BANDUNG —  Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) memberlakukan sanksi denda 100-150 ribu rupiah bagi warga yang tidak mengenakan masker mulai hari ini, Senin, 27 Juli 2020.

Sanksi diberlakukan agar warga Jabar menjalankan protokol kesehatan Covid-19.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menjelaskan, diberlakukannya denda guna mendisiplinkan masyarakat agar adaptasi kebiasaan baru (AKB) berjalan dengan baik.

“Kami tinggal menunggu surat Inpres yang dijanjikan Pak Jokowi per hari ini, tapi belum turun mudah-mudahan besok sudah ada. Namun sudah ditetapkan denda masker tetap dimulai tanggal 27,” ujar Ridwan Kamil di pendopo Cianjur, Jumat (24/7/2020).

Baca Juga

Menurutnya, pada intinya denda masker itu untuk mendisiplinkan supaya kalau mau ekonomi jalan, pernikahan bisa normal lagi, semua harus pakai masker.

“Survei membuktikan, bahwa masih 50% yang disiplin pakai masker, tugas pemerintah provinsi untuk membimbing daerah mana yang perlu ditekankan mengenai denda masker itu,” ujarnya.

“Kami sudah memberikan rekomendasi untuk meningkatkan disiplin,” terangnya dikutip pilartimes.com dari Pikiran Rakyat.

Pengecualian denda yaitu bagi warga yang sedang berolahraga di tempat umum.

“Pengecualiannya adalah kalau dia akan melakukan olahraga atau pidato, maka boleh masker boleh dilepas. Kalau lagi makan di ruang publik (tempat umum) juga dipersilakan melepas sementara masker,” pungkasnya.

Kota Bandung Terapkan Sanksi Sosial

Pemerintah Kota Bandung belum akan mengenakan denda kepada warganya yang tidak mengenakan masker. Pemkot Bandung masih menunggu payung hukum penerapan sanksi denda tersebut.

“Kota Bandung masih menunggu kebijakan karena itu harus ada payung hukum yang jelas,” ujar Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana, dilansir laman Humas Kota Bandung, Minggu (26 /7/2020).

“Mengutip uang dari masyarakat menurut sepengetahuan saya tidak bisa hanya Perwal atau Pergub, harus ada payung hukum yang jelas,” tambahnya.

Yana mengungkapkan, Kota Bandung memiliki Perwal Kota Bandung Nomor 37 tahun 2020 tentang pedoman pelaksanaan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Pada perwal tersebut mengatur penerapannya kepada sanksi administrasi dan sanksi sosial.

“Kalau Perwal 37 tahun 2020, penerapannya lebih kepada sanksi administratif dan sosial, bukan sanksi denda. Kami sebenarnya efek jeranya yang berdampak agar masyarakat minimal menggunakan masker,” jelasnya.

Melalui Perwal 37/2020, aparat kewilayahan diberi kewenangan untuk menerapkan sanksi sosial terhadap orang yang melanggar, minimal penggunaan makser. (PT)

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *