Dirgahayu Provinsi Jawa Barat: HUT Ke-75 Jabar Diperingati di Gedung Sate

Selamat Ulang Tahun ke-75 Provinsi Jawa Barat. Hari Jadi ke-75 Tahun Provinsi Jawa Barat Diperingati di Halaman Gedung Sate, Rabu 19 Agustus 2020.

HUT Ke-75 Jabar 2020

PILARTIMES.COM, BANDUNG — Hari ini, Rabu, 19 Agustus 2020, Provinsi Jawa Barat (Jabar) merayakan hari jadi ke-75.

Usia Jabar sama dengan usia Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) karena kelahiran provinsi ini diumumkan dua hari setelah Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945.

Upacara Peringatan hari jadi ke-75 tahun Provinsi Jabar berlangsung di halaman Gedung Sate, Rabu (19/08/2020). Hanya sejumlah tamu undangan yang hadir dalam upacara tersebut, sementara peserta lainnya mengikuti secara virtual.

Baca Juga

“Peringaan hari jadi tahun ini sungguh berbeda dari tahun lalu karena pandemi Covid -19. Tidak bisa semua hadir namun tidak mengurangi makna peringatan sebab secara batin semuanya hadir disini,” ujar Gubernur Jabar Ridwan Kamil dalam sambutanya.

Tamu undangan yang hadir antara lain mantan gubernur dan wakil gubernur Jabar periode sebelumnya, sejumlah PNS dan penerima penghargaan khusus dari gubernur dan pemerintah pusat.

Gubernur Jabar menutup sambutan dengan berpantun.

Belanja ikan sepat dan ikan patin
Bersama Ibu Atalya di warung Ceu Entin
Jabar juara lahir dan batin
Jika masyarakatnya selalu disiplin

Gedung Sate (Foto: Humas DPRD Jabar)
Gedung Sate (Foto: Humas DPRD Jabar)

Kilas Sejarah Provinsi Jawa Barat

Dalam buku Sejarah Provinsi Jawa Barat, Nina Lubis dkk. menyebutkan, setelah Indonesia resmi menjadi negara, maka semua perlengkapan dari suata negara harus dipenuhi, seperti pemerintahan, wilayah, dan undang-undang dasar.

Tanggal 18 Agustus, Soekarno dan Moch. Hatta dipilih menjadi prsiden dan wakil presiden. Pada tanggal yang sama, Undang-Undang Dasar yang sudah dirancang sebelummnya, diresmikan menjadi dasar negara.

Yang belum terpenuhi tinggal penetapan wilayah. Pada tanggal 19 Agustus 1945, dua hari setelah Proklamasi Kemerdekaan, pembagian wilayah administratif Republik Indonesia diumumkan.

Dalam pengumuman itu dinyatakan, secara administratif pemerintahan Republik Indonesia terdiri atas delapan provinsi, salah satunya Jawa Barat yang wilayahnya meliputi Provinsi Banten, Provinsi DKI, dan Provinsi Jawa Barat sekarang.

Tanggal 27 Desember 1949, Jawa Barat berganti menjadi Negara Pasundan yang merupakan salah satu negara bagian dari Republik Indonesia Serikat (RIS).

Hal itu sebagai hasil kesepakatan tiga pihak dalam Konferensi Meja Bundar, yaitu Republik Indonesia, Bijeenkomst voor Federaal Overleg (BFO), dan Belanda. Kesepakatan ini disaksikan juga oleh United Nations Commission for Indonesia (UNCI) sebagai perwakilan PBB.

Jawa Barat kembali bergabung dengan Republik Indonesia pada tahun 1950. Sejarah menunjukkan, Provinsi Jawa Barat merupakan Provinsi yang pertama dibentuk di wilayah Indonesia.

Provinsi Jawa Barat dibentuk berdasarkan UU Nomor 11 Tahun 1950 tentang Pembentukan Provinsi Jawa Barat.

Jawa Barat merupakan provinsi pertama yang dibentuk sejak masa kolonial Belanda tahun 1925. Administratif daerah Jawa Barat mulai difungsikan pada tahun 1925 ketika Pemerintah Hindia Belanda membentuk Provincie West Java.

Pembentukan provinsi itu dilakukan oleh Belanda sebagai pelaksanaan Bestuurshervormingwet tahun 1922 yang membagi daerah jajahan Hindia Belanda menjadi kesatuan-kesatuan daerah provinsi.

Pembentukan Provincie West Java yang bersamaan dengan Province Midden Java dan Oost Java itu, dimaksudkan untuk operasionalisasi UU Otonomi daerah, demi kesejahteraan negara kolonial.

Hari ini, provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia, berulang tahun ke-75. Dirgahayu Provinsi Jawa Barat.

Sumber: jabarprov.go.id

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *