Hikmah Virus Corona dalam Islam

Masjid Tutup Covid-19

PILARTIMES.COM, HIKMAH — Pandemi Virus Corona (Covid-19) mengubah cara muslim dunia dalam beribadah. Pandemi Covid-19 menerjang siapa saja dan di mana saja. Masjid sekalipun tak kebal corona!

Pemerintah, medis, dan ulama sama-sama menyerukan protokol kesehatan. Apa hikmah Virus Corona dalam pandangan Islam?

Menurut Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Asrorun Ni’am Sholeh, wabah virus corona bisa menjadi bencana ataupun rahmat bagi umat manusia, tergantung bagaimana cara menyikapinya.

MUI mengajak kepada umat Islam agar wabah Covid-19 dapat dijadikan sebagai bentuk rahmat dengan memetik hikmah dan menjalankan ibadah sesuai syariat Islam.

Baca Juga

“Bagaimana kita secara bersama-sama memastikan bahwa wabah Covid-19 ini sebagai rahmat bagi kita untuk memetik hikmah dan menjalankan ibadah secara lebih seksama,” katanya dalam dalam video conference di akun Youtube Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

MUI juga mengajak umat Islam siap lahir dan batin, fisik dan mental, serta pemahaman baru kebiasaan baru ibadah di tengah Covid-19. Situasi dan kondisi baru menuntut pemahaman baru dan juga cara-cara baru tetap di dalam koridor syariah.

Menurutnya, menghindari kerumunan yang berpotensi penyebaran virus adalah ibadah di Sisi Allah SWT. “Pemahaman kita tentang tata cara ibadah harus juga diadaptasikan dengan situasi dan kondisi,” kata Asrorun.

MUI menjelaskan, pembatasan kerumunan –termasuk peniadaan shalat berjamaah di masjid– atau seruan ibadah di rumah, bukan membatasi ibadah. Menghindari kerumunan di tengah wabah Covid-19 ini justru adalah bentuk ibadah.

“Pembatasan kerumunan bukan membatasi ibadah, untuk itu menghindari kerumunan dalam konteks hari ini justru adalah bentuk ibadah,” katanya.

Hikmah Virus Corona dalam Islam
Protokol Kesehatan Masjid

 

Hikmah Virus Corona Lainnya bagi umat Islam

Pimpinan Pondok Pesantren Daarut Tauhiid, Bandung Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym, hikmah adanya pendemi corona antara lain makin kuatnya keyakinan atas kekuasaan Allah SWT.

Aa Gym pun meminta masyarakat bisa mengambil hikmah dari situasi ini. “Era Corona sudah kita dijalani beberapa bulan ini, dan seharusnya kita sudah bisa mengambil hikmahnya. Sahabatku, ini menurut Aa beberapa hikmah yang bisa kita rasakan,” tulis Aa Gym dalam akun Instagramnya.

Dalam postingan tersebut, tak hanya mengenai kekuasaan Allah yang sebagai hikmah virus corona, tetapi juga ketidakberdayaan manusia terhadap sesuatu, khususnya ketika pandemi Covid-19 datang, semua yang dimiliki tak akan berguna.

Ini hikmah corona dalam Islam menurut Aa Gym.

  1. Kekuasaan Allah SWT. Makin yakin bahwa Allah sungguh Mahakuasa. Allahu Akbar – Allah Maha Besar, dapat menjadikan dunia dan seisinya bertekuk lutut dengan takdir yang terjadi.
  2. Ketidakberdayaan manusia. Kita semakin sadar dan harus mau mengakui kalau manusia itu sebenarnya tidak berdaya. Mau sepintar apa pun, sekaya apa pun, sesehat apa pun, ternyata ketika didatangkan wabah virus menjadi lemah dan tidak berdaya.
  3. Kebersamaan. Setiap masalah pada dasarnya bisa diselesaikan, asal manusia mau bahu-membahu dengan kebersamaan.
  4. Sedekah dan peduli sesama. Semakin meyakini kalau sedekah itu penting dan kita juga harusnya selalu mengembangkan kepedulian terhadap orang lain.
  5. Pentingnya disiplin. Keberhasilan Indonesia menghadapi new normal ditentukan berdasarkan kedisiplinan masyarakatnya. Hal ini juga sesuai dengan ajaran agama Islam.

Hal senada disampaikan da’i asal Sulawesi Selatan, Das’at Latif. Ia mengatakan, segala sesuatu itu ada hikmahnya, termasuk wabah corona.

Menurutnya, ada empat hikmah tentang virus korona ini:

  1. Menghadirkan kedekatan yang lebih baik dengan keluarga
  2. Menjadi peduli akan kesehatan dan lingkungan
  3. Kualitas air dan udara membaik
  4. Peduli dan saling membantu antarsesama.

Ia juga menegaskan, wabah corona tidak boleh menjadi alasan mengendorkan keimanan dan ibadah.

“Fisik boleh terpenjarakan, badan boleh terisolasi, tapi keimanan kita harus semakin meningkat dengan catatan, ibadah kita di rumah saja,” tegasnya seraya mengutip Al Quran surah Al Baqarah ayat 156, yang artinya, “(Yaitu) orang-orang yang apabila menimpa kepada mereka suatu musibah, mereka berkata sesungguhnya kita ini dari Allah, dan sesungguhnya kepada-Nya lah kita semua akan kembali”. (ROL, Dtc, MI).*

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *