Jangan Turunkan Masker ke Dagu! Ini Bahayanya

masker dagu

PILARTIMES.COM, KESEHATAN — Jangan menurunkan masker ke dagu. Turunkan masker ke dagu itu sama dengan mencemari bagian dalam masker dengan penyakit di dagu.

“Kalau memang harus melepas masker, lepas saja! Jangan sangkutkan di dagu, karena kuman di dagu akan pindah ke dalam masker kita,” demikian tulis akun @humasjabar di Twitter.

Larangan menurunkan masker ke dagu sangat beralasan. Sebagai bagian dari protokol kesehatan mencegah penulaan Covid-19, masker berguna karena corona dapat menular melalui droplet (lendir) yang keluar dari mulut dan hidung orang yag terinfeksi virus corona (Sars-CoV-2).

Baik droplet berukuran besar maupun kecil (mikrodroplet) yang bisa mengambang dan bertahan di udara, dapat memicu penularan Covid-19.

Baca Juga

”Penggunaan masker mutlak harus dilakukan, bukan face shield. Kita tahu pada mikrodroplet, dia akan mengambang di udara, droplet ukuran besar bisa dicegah dengan menggunakan face shield, oleh karena itu tetap gunakan masker,” kata juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, sebagaimana dilansir laman Kementerian Kesehatan RI, kemkes.go.id.

Akan tetapi, kendati banyak masyarakat sudah mengetahui urgensi penggunaan masker, banyak yang menurunkan penutup hidung dan mulut itu ke bawah dagu dan leher ketika makan, minum, atau bahkan berbicara saat suaranya tidak jelas terdengar.

Pusat Pencegah dan Pengendali Penyakit AS atau Center for Desease Control and Prevention (CDC) menyarankan, jika seseorang ingin makan atau minum, sebaiknya ia melepaskan masker tersebut dengan hati-hati, dan tidak menggantungkannya di dagu atau di leher.

Saran ini berkaitan dengan tujuan pemakaian masker, yaitu untuk menjaga kesehatan mulut dan hidung agar tidak terkontaminasi virus.

Selain mencegah agar droplet dari pemakainya tidak menyebar, masker juga dapat menahan dan menjaga hidung maupun mulut dari kontaminasi droplet orang lain.

Jika menggantungkan masker di dagu atau leher saat berbicara, itu sama saja dengan tidak mengenakan masker. Hal ini dikarenakan droplet dari mulut bisa saja keluar ketika ia sedang berbicara, batuk, ataupun bersin di dekat orang lain.

“Pastikan tidak memegang bagian luar [masker], pastikan hanya memegang tali saat mencopot masker. Tidak diturunkan ke dagu, apalagi jarang mengganti masker,” ujar dr. Reisa Broto Asmoro, anggota tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, dikutip dari laman covid19.go.id.

“Ingat, ganti masker setiap empat jam sekali, atau apabila sudah basah dan lembab. Ini penting sekali diperhatikan agar terhindar dari infeksi kuman yang menempel pada masker,” tambahnya. (PT)

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *