Kota Bandung Terapkan Denda Rp100 Ribu bagi Warga Tanpa Masker

GTTP Covid-19 Kota Bandung
GTTP Covid-19 Kota Bandung (Foto: Humas Kota Bandung)

PILARTIMES.COM, BANDUNG — Pemerintah Kota Bandung resmi menerapkan sanksi denda Rp100.000 bagi warga yang tidak mengenakan masker saat keluar rumah atau berada di area publik.

Kebijakan denda bagi warga tanpa masker ini tertuang dalam Peraturan Wali Kota Nomor 43 Tahun 2020 tentang pedoman pelaksanaan adaptasi kebiasaan baru (AKB) dalam rangka pencegahan dan pengendalian virus corona (Covid-19).

Dalam Perwal disebutkan, sanksi administratif terhadap pelanggaran AKB di Kota Bandung meliputi teguran lisan, teguran tertulis, jaminan kartu identitas, kerja sosial, denda administratif, mengumumkan secara terbuka, penghentian sementara kegiatan, penghentian tetap kegiatan, catatan Kepolisian terhadap para pelanggar, pembekuan izin usaha atau rekomendasi pembekuan izin usaha; dan/atau pencabutan sementara izin usaha atau rekomendasi pencabutan sementara izin usaha.

“Setiap orang yang melanggar ketentuan Pasal 10 dikenakan sanksi administratif dalam bentuk sanksi ringan, sanksi sedang dan sanksi berat. Sanksi berat yaitu dalam bentuk denda administratif paling besar Rp100.000.”

Denda tersebut tertuang dalam perubahan di Pasal 41A. Dalam salinan Perwal disebutkan bahwa setiap orang yang melanggar Pasal 5 ayat (2) huruf a sampai dengan huruf f dikenakan sanksi administratif dalam bentuk sanksi ringan berupa teguran lisan dan teguran tertulis.

Baca Juga

Ditetapkan Wali Kota Bandung Oded M. Danial pada 30 Juli 2020, Perwal ini menyatakan, setiap orang wajib menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, mencakup wajib memakai masker selama beraktivitas di luar rumah, mencuci tangan dengan memakai sabun atau hand sanitizer secara berkala, membuang sampah di tempat sampah.

Warga juga wajib menjaga jarak, tidak merokok di tempat/fasilitas umum, tidak meludah di sembarang tempat.

Sanksi administratif dilakukan oleh Gugus Tugas Covid-19 tingkat kota, tingkat kecamatan, dan tingkat kelurahan.

Perwal juga menyebutkan kegiatan atau aktivitas yang masil dilarang di Kota Bandung, di antaranya usaha sektor hiburan, meliputi pub/klab malam/bar, karaoke, diskotik, bioskop, salon kecantikan, klinik kecantikan, panti pijat, refleksi, mandi uap, spa/massage, arena bermain anak dan arena permainan.

Kegiatan lain yang masih dilarang lainnya adalah usaha lokasi wisata, meliputi destinasi wisata luar ruangan untuk anak-anak seperti taman lalu lintas dan taman bertema, termasuk kegiatan usaha gelanggang seni, even dan konser musik.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menandatangani Pergub yang juga berisi sanksi denda bagi warga Jabar yang tidak memakai masker. Denda yang ditetapkan di kisaran 100-150 ribu rupiah. (PT/PR)

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *