Masjid di Maladewa Buka Kembali

Masjid Maladewa Buka
Masjid Maladewa Buka (Foto: edition.mv)

PILARTIMES.COM, MALADEWA — Tiga masjid di Maladewa dibuka kembali setelah diutup akibat pandemi Covid-19.

Menurut kementerian, ketiga masjid itu diidentifikasi sebagai Masjid al-Sultan Hassan Izzuddin, Masjid al-Sultan Mohamed Imaduddin dan Masjid al-Afeefuddin. Ketiga masjid menjalani prosedur desinfeksi sebelum dibuka kembali.

Kementerian Islam pertama-tama menangguhkan jamaah sholat di masjid-masjid yang berlokasi di wilayah Greater Male pada 18 Maret karena pandemi.

Sebulan kemudian, setelah pendeteksian transmisi Covid-19 lokal pertama di ibu kota Male ‘pada 15 April dan penguncian selanjutnya Wilayah Greater Male, pemerintah menunda semua shalat berjamaah di setiap masjid di seluruh Maladewa pada 19 April.

Pihak berwenang memulai pelonggaran pembatasan pembatasan secara bertahap pada 28 Mei, dengan fase kedua dimulai pada 15 Juni, yang melihat masjid dibuka kembali untuk doa individu.

Baca Juga

Namun, shalat berjamaah dilanjutkan pada tanggal 1 Juli, setelah diberlakukannya fase ketiga dari upaya pelonggaran lockdown.

Jumlah kasus Covid-19 meningkat setelah negara memprakarsai upaya untuk mengarahkan negara menuju ‘normal baru’ di Wilayah Greater Male.

Kantor-kantor pemerintah dan bisnis termasuk toko-toko, kafe dan restoran memulai kembali layanan pada 1 Juli sementara pihak berwenang membuka kembali perbatasan Maladewa untuk pariwisata pada 15 Juli.

Maladewa saat ini mencatat jumlah total kasus positif pada 2.999, dengan 600 kasus aktif. Hingga saat ini, negara ini mencatat 2.369 pemulihan dan 15 kematian.

Pada 12 Maret, WHO mengklasifikasikan penyebaran COVID-19 sebagai pandemi global. Hingga saat ini, jenis baru coronavirus baru telah menginfeksi lebih dari 15,1 juta orang dan merenggut lebih dari 619.000 jiwa di seluruh dunia.

maladewa

Republik Maladewa (The Republic of Maldives) berpenduduk 100% muslim, menurut data Kemenlu RI. Pada 26 Juli muslim Maladewa akan memperingati hari kemerdekaan dari kerajaan Inggris. Negara ini merdeka pada 26 Juli 1965.

Agama Islam yang mengakar sangat kuat di negara kecil nan indah ini, dimulai pada awal abad ke-12 ketika Kesultanan Islam pertama Maladewa berdiri pada 1152. Islam menjadi agama negara sejak itu.

peta maladewa

Pasal 9 ayat D Undang-undang negara Maladewa menyatakan “nonmuslim tidak diperbolehkan untuk menjadi warga negara Maladewa.”.

Bahkan, undang-undang tahun 1997 tentang aturan pelaksanaan pemilu di Maladewa menyebutkan, hanya yang beragama Islam yang memiliki hak pilih. Hal ini bertujuan agar sistem pemerintahan dan ciri khas Islam di Maladewa tetap dapat dilestarikan. (PT/Edition)

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *