Mengapa Warna Hijau Identik dengan Islam?

Bendera Hamas Palestina Hijau
Bendera Hamas Palestina Hijau

PILARTIMES.COM — Sebuah video ceramah seorang ustadz viral dan menghebohkan media sosial Twitter. Ustadz menyebut lagu “Balonku” mengajarkan anak-anak membenci Islam. Ia merujuk pada balon warna hijau yang meletus. Rupanya, ustadz mengidentikkan hijau dengan Islam.

Benarkah Islam identik dengan warna hijau? Apa sebenarnya warna yang identik dengan Islam?

Jika yang dimaksud identik itu simbol, maka tidak benar. Islam tidak identik dengan satu warna. Namun, ada tiga warna yang menjadi perhatian khusus dalam Islam, yakni hitam, putih, dan hijau.

Anggapan hitam adalah warna Islam merujuk pada pada penggunaan warna hitam pada kain penutup Ka’bah atau Kiswah. Hitam juga menjadi warna Hajar Aswad yang secara harfiyah artinya “batu hitam” (The Black Stone).

Satu riwayat menyebutkan putih merupakan warna kesukaan Nabi Muhammad Saw.  Dalam hadis Abu Dzar r.a. disebutkan, “Aku pernah mendatangi Nabi SAW dan beliau dalam keadaan tidur dan ketika itu mengenakan pakaian putih.” (HR Muslim).

“Pakailah pakaian putih karena pakaian seperti itu adalah sebaik-baik pakaian kalian dan kafanilah mayit dengan kain putih pula.” (HR Abu Daud)

Namun, Nabi Saw juga menggunakan pakaian warna hiau. Dari Abu Romtsah Rifa’ah At Taimiy, ia berkata:

خَرَجَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَيْهِ ثَوْبَانِ أَخْضَرَانِ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menemui kami dalam keadaan memakai dua pakaian (pakaian atas dan bawah) yang berwarna hijau.” (HR An-Nasai).

Namun, riwayat lain juga menyatakan Rasulullah Saw pernah berkhotbah dengan pakaian warna serba hijau, hitam, bahkan merah.

Kenapa Hijau Identik dengan Islam?

Hijau diidentikkan dengan Islam kemungkinan besar karena ia menjadi warna bendera negara Kerajaan Arab Saudi –tempat lahirnya Islam.

Bendera Arab Saudi
Bendera Arab Saudi

 

Di Indonesia, hampir semua logo ormas Islam berwarna dasar hijau. Demikian pula organisasi politik seperti PPP dan Partai Bulan Bintang.

Hijau memang memiliki tempat tersendiri di kalangan umat Islam. Salah satu asalannya, pakaian penduduk surga berwarna hijau, sebagaimana disebutkan dalam ayat Al-Qur’an:

عَالِيَهُمْ ثِيَابُ سُنْدُسٍ خُضْرٌ وَإِسْتَبْرَقٌ وَحُلُّوا أَسَاوِرَ مِنْ فِضَّةٍ وَسَقَاهُمْ رَبُّهُمْ شَرَابًا طَهُورًا

“Mereka memakai pakaian sutera halus yang hijau dan sutera tebal dan dipakaikan kepada mereka gelang terbuat dari perak, dan Rabb mereka memberikan kepada mereka minuman yang bersih.” (QS Al-Insan: 21).

Keistimewaan Warna Hijau

Setiap warna memiliki makna. Hijau dinilai warna yang bermanfaat mengurangi stress karena ia menjadi warna alami. Kampanye ramah lingkungan dewasa ini menggunakan kata “hijau”, seperti Go Green.

Go Green

Hijau juga identik dengan lingkungan. Karenanya, dari itu ada kata “penghijauan” yang arti sempitnya menanam pohon untuk menghambat global warming.

Di traffic light yang biasa disebut “lampu merah”, warna hijau adalah yang sangat ditunggu-tunggu pengguna jalan atau pengendara mobil dan sepeda motor.  Istilah “lampu hijau” pun bermakna “diberi izin”.

Di dunia olah raga (sport), hijau juga menjadi warna dominan. Rumput lapangan sepak bola hijau. Lapangan tenis juga hijau. Meja billiard pun hijau. Apalagi lapangan golf!

Namun demikian, ada juga konotasi negatif dari warna hijau, seperti makhluk jadi-jadian “Kolor Ijo” dan “Buto Ijo”. Wallahu a’lam.*

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *