MUI Rilis Protokol Kesehatan Idul Adha dan Kurban 2020

MUI

PILARTIMES.COM, JAKARTA — Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan pedoman pelaksanaan Idul Adha dan kurban dalam upaya pencegahan virus corona (Covid-19).

Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijah 1441 Hijriah diperkirakan jatuh pada hari Jumat, 31 Juli 2020 Masehi.

Protokol Kesehatan Idul Adha dan kurban tercantum dalam Fatwa MUI Nomor 36 Tahun 2020 tentang Sholat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Qurban saat Wabah Covid-19.

“Ibadah qurban hukumnya adalah sunnah muakkadah, dilaksanakan dengan penyembelihan hewan ternak. Pelaksanaan penyembelihan hewan kurban harus tetap menjaga protokol kesehatan untuk mencegah dan meminimalisir potensi penularan (Covid-19),” tulis MUI dalam rilis di laman resminya, Jumat (10/7/2020).

Baca Juga

Berikut ini pedoman pelaksanaan Idul Adha dan kurban selama pandemi COVID-19.

1. Pihak yang terlibat dalam proses penyembelihan saling menjaga jarak fisik atau physical distancing dan meminimalisir terjadinya kerumunan

2. Selama kegiatan penyembelihan berlangsung, pihak pelaksana harus menjaga jarak fisik atau physical distancing, memakai masker, dan mencuci tangan dengan sabun selama di area penyembelihan, setiap akan mengantarkan daging kepada penerima, dan sebelum pulang ke rumah

3. Penyembelihan qurban dapat dilaksanakan bekerja sama dengan rumah potong hewan dengan menjalankan ketentuan Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 12 Tahun 2009 tentang Standar Sertifikasi Penyembelihan Halal

4. Dalam hal ketentuan pada angka 3 tidak dapat dilakukan, maka penyembelihan dilakukan di area khusus dengan memastikan pelaksanaan protokol kesehatan, aspek kebersihan, dan sanitasi serta kebersihan lingkungan

5. Pelaksanaan penyembelihan qurban bisa mengoptimalkan keluasan waktu selama 4 (empat) hari, mulai setelah pelaksanaan sholat Idul Adha tanggal 10 Dzulhijjah hingga sebelum maghrib tanggal 13 Dzulhijjah

6. Pendistribusian daging qurban dilakukan dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan.

MUI juga mengeluarkan rekomendasi terkait pelaksanaan kurban Idul Adha selama pandemi corona:

1. Pengurus masjid perlu menyiapkan penyelenggaraan penyembelihan hewan qurban sesuai fatwa

2. Umat Islam yang mempunyai kemampuan dihimbau untuk melaksanakan qurban baik dilaksanakan sendiri atau diwakilkan (taukil)

3. Panitia kurban agar memfasilitasi jamaah yang hendak melaksanakan ibadah qurban dengan berpedoman pada fatwa

4. Panitia kurban menghimbau kepada umat Islam yang tidak terkait langsung dengan proses pelaksanaan ibadah qurban agar tidak berkerumun menyaksikan pemotongan

5. Panitia Qurban dan Lembaga Sosial yang bergerak di bidang pelayanan ibadah kurban perlu menjadikan fatwa ini sebagai pedoman.

6. Pemerintah perlu menjamin keamanan dan kesehatan hewan qurban, serta menyediakan sarana prasarana untuk pelaksanaan penyembelihan hewan qurban melalui rumah potong hewan (RPH) sesuai dengan fatwa MUI tentang standar penyembelihan halal. (PT)

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *