Pemkot Bandung: Tempat Hiburan Malam Belum Siap Beroperasi

tempat hiburan malam

PILARTIMES.COM, BANDUNG — Pekerja tempat hiburan malam Kota Bandung menggelar aksi unjuk rasa di depan Balai Kota Bandung, Senin (3/8/2020).

Mereka mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung membuka kembali tempat hiburan malam, seperti karaoke dan spa, di masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) Covid-19.

Namun, Pemkot Bandung menyatakan masih akan mengkaji pemberian relaksasi kepada tempat hiburan untuk kembali beroperasi.

Dilansir laman resmi Humas Kota Bandung, dari hasil peninjauan ke sejumlah tempat hiburan, belum memungkinkan untuk beroperasi kembali.

Baca Juga

Belum siapnya tempat hiburan beroperasi di tengah pademi corona dikemukakan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Bandung, Eric M. Attauriq, saat menerima audiensi pengurus Perkumpulan Penggiat Pariwisata Bandung (P3B) yang mewadahi para pengusaha hiburan malam.

Kepada pengurus P3B, Eric mengatakan, akan menyampaikan aspirasi dari para pegiat pariwisata tersebut kepada pimpinan.

“Aspirasi akan diteruskan kepada pimpinan untuk dibahas lebih lanjut dan menjadi bahan pertimbangan pimpinan,” ujar Eric.

Eric mengungkapkan, hasil peninjauan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTTP) Covid-19 Kota Bandung di beberapa tempat hiburan malam di Kota Bandung, menjadi salah satu alasan belum diberikan ijin beroperasi kepada sektor tersebut.

“Sebagian sudah melakukan protokol kesehatan dan sebagian lagi standarnya belum terpenuhi,” ucapnya.

Menurutnya, hal ini secara formil menjadi pertimbangan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, untuk melakukan langkah antisipasi perumusan Standard Operating Procedure (SOP) penerapan protokol kesehatan di tempat hiburan malam. Hal itu harus disepakati bersama oleh P3B dan penggiat malam hiburan lainnya.

Oleh karenanya, Eric meminta jaminan dan komitmen dari P3B untuk menerapkan standarisasi protokol kesehatan secara ketat apabila nantinya tempat hiburan diperbolehkan kembali beroperasi.

Komitmen pengawasan untuk memenuhi standar kesehatan ini harus dilakukan secara bersama-sama dengan penuh kesadaran.

“Karena komitmen protokol kesehatan ini tidak bisa diawasi terus menerus oleh Pemkot Bandung harus diawasi oleh dirinya sendiri. Pemangku kebijakan, para pelaku usaha dan masyarakat untuk bisa memaklumi serta menjalankan protokol kesehatan secara konsisten,” tegasnya.

Tiga Pekerja Hiburan Reaktif

Dalam kesempatan tersebut pihaknya juga mengapresiasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat yang telah memfasilitasi 200 sampel rapid test bagi peserta audiensi di Balai Kota Bandung.

Hasilnya, dari 48 peserta audiensi yang dilakukan rapid test, tiga orang dinyatakan reaktif dan selanjutnya dilakukan test swab oleh Pemprov Jabar.

Kepala Disbudpar Kota Bandung, Dewi Kaniasari, berjanji segera menindaklanjuti hasil audiensi dengan P3B.

“Akan melakukan langkah-langkah antisipatif dengan segera menugaskan kepala bidang pariwisata membuat SOP untuk tempat hiburan ini. Apakah jam operasional dan kapasitasnya dibatasi,” terangnya.

Ia mengatakan, membutuhkan dukungan dan kerja sama dari para pegawai hiburan malam untuk tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Apabila dibolehkan beroperasi dan SOP sudah diterbitkan, tolong kerja samanya,” pintanya. (PT)

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *