Pengertian Ekonomi Kreatif, Contoh, dan Jenis-Jenisnya

ekonomi kreatif

PILARTIMES.COM, EKONOMI — Ekonomi kreatif merupakan kosa kata baru dalam bidang perekonomian. Di Indonesia, istilah ini mulai dipopulerkan ketika pada 2006 Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menginstruksikan untuk mengembangkan ekonomi kreatif di Indonesia.

Proses pengembangan ini diwujudkan pertama kali dengan pembentukan Indonesian Design Power oleh Departemen Perdagangan untuk membantu pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia.

Pada 2007 dilakukan peluncuran Studi Pemetaan Kontribusi Industri Kreatif Indonesia 2007 pada Trade Expo Indonesia.

Pada 2008, diluncurkan Cetak Biru Pengembangan Ekonomi Kreatif Indonesia 2025 dan Cetak Biru Pengembangan 14 Subsektor Industri Kreatif Indonesia. Selain itu, dilakukan pencanangan tahun Indonesia Kreatif 2009.

Untuk mewujudkan Indonesia Kreatif, tahun 2009 diadakan Pekan Produk Kreatif dan Pameran Ekonomi Kreatif yang berlangsung setiap tahunnya.

Istilah ekonomi kreatif kian populer di Indonesia dengan dibentuknya kementerian ekonomi kreatif  yang digandengkan dengan kementerian pariwisata –Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Presiden Joko Widodo bahkan menyebutkan Ekonomi Kreatif adalah “Pilar Perekonomian Masa Depan”.

Dilansir website resmi Kominfo, ketika membuka acara Temu Kreatif Nasional, Presiden Jokowi menyatakan perlunya lompatan dari perekonomian yang sebelumnya mengandalkan sumberdaya alam dan pertanian, industri, teknologi informasi, menjadi perekonomian yang digerakkan oleh industri kreatif.

Menurut Presiden, kontribusi ekonomi kreatif pada perekonomian nasional semakin nyata. Nilai tambah yang dihasilkan ekonomi kreatif juga mengalami peningkatan setiap tahun.

Presiden juga menyatakan keyakinannya tentang potensi besar industri kreatif.

“Saya akan membuat keputusan politik agar di masa yang akan datang ekonomi kreatif bisa menjadi pilar perekonomian kita,” katanya.

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) pun dibentuk. Diharapkan, badan ini berfungsi menjadi akselator pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia.

“Saya berharap Badan Ekonomi Kreatif untuk segera bekerja dan bekerja, serta berlari cepat untuk memfasilitasi percepatan pembangunan di sektor ekonomi kreatif,” lanjut Presiden.

Pengertian Ekonomi Kreatif

Ekonomi kreatif mulai dikenal luas sejak munculnya buku The Creative Economy: How People Make Money from Ideas yang ditulis oleh John Howkins.

Istilah ekonomi kreatif dimunculkan Howkins ketika melihat ada gelombang ekonomi baru yang melanda Amerika Serikat. Gelombang ekonomi baru itu dicirikan dengan aktivitas ekonomi berbasis ide, gagasan, dan kreativitas.

Dilansir laman Setneg, secara definitif, ada banyak tafsiran mengenai pengertian ekonomi kreatif.

Menurut Howkins, ekonomi kreatif adalah kreasi nilai-nilai sebagai hasil gagasan (the creation of values as a result of idea). Menurutnya, karakter ekonomi kreatif dicirikan dari aktivitas ekonomi yang bertumpu pada eksplorasi dan eksploitasi ide-ide kreatif yang memiliki nilai jual tinggi.

Dalam sebuah wawancara bersama Donna Ghelfi dari World Intellectual Property Organization (WIPO), Howkins menjelaskan ekonomi kreatif sebagai “kegiatan ekonomi dalam masyarakat yang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk menghasilkan ide, tidak hanya melakukan hal-hal yang rutin dan berulang. Karena bagi masyarakat ini, menghasilkan ide merupakan hal yang harus dilakukan untuk kemajuan.”

United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD) mendefinisikan ekonomi kreatif  sebagai “konsep yang berkembang berdasarkan aset kreatif yang berpotensi menghasilkan pertumbuhan dan pembangunan ekonomi” (an evolving concept based on creative assets potentially generating economic growth and development).

Roberta Comunian dan Abigail Gilmore dalam buku Higher Educatian and the Creative Economy, pengertian ekonomi kreatif adalah sebuah konsep ekonomi baru yang mengintensifkan informasi dan kreativitas dengan mengandalkan ide dan pengetahuan sebagai faktor produksi yang utama.

Dalam cetak biru Pengembangan Ekonomi Kreatif Indonesia 2009-2015, ekonomi kreatif didefinisikan sebagai “era baru ekonomi setelah ekonomi pertanian, ekonomi industri, dan ekonomi informasi, yang mengintensifkan informasi dan kreativitas dengan mengandalkan ide dan pengetahuan dari sumber daya manusia sebagai faktor produksi utama dalam kegiatan ekonominya.”

Jenis-Jenis Ekonomi Kreatif

Ekonomi kreatif dengan turunan 16 sektornya antara lain fesyen, seni, kuliner, desain produk, game on line, film, animasi, dan lainnya layak menjadi pilihan strategi untuk terus ditumbuhkembangkan.

Fenomena gangnam style yang mewabah menjadi contoh bagaimana kreativitas dapat menjadi mesin ekonomi baru bagi Korea Selatan.

Howkins menyebutkan ekonomi baru telah muncul seputar ekonomi kreatif yang dikendalikan oleh hukum kekayaan intelektual seperti paten, hak cipta, merek, royalty, dan desain. Ekonomi kreatif akan menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi baru dunia.

Berdasarkan pada buku Pengembangan Indusri Kreatif Indonesia 2025 yang diterbitkan oleh Departemen Perdangan RI, ekonomi kreatif memiliki beberapa jenis:

1. Kerajinan tangan (handicraft)

Kerajinan tangan (hand made) ini bisa berupa hasil budaya tradisional ataupun penggabungan tren terkini, seperti pembuatan tas dari limbah atau bahan alami, vas bunga, kipas dan barang- barang yang dibuat dengan tangan tanpa bantuan mesin lainnya.

2. Pasar atau pameran barang seni

Pasar atau pameran ini adalah tempat dimana para pengrajin dan hasil kerajinan mereka bertemu untuk dipasarkan.

3. Kuliner

Sejak dulu lagi, industri kuliner tidak pernah mati ataupun berkurang. Kini makin terbantu dengan kemudahan informasi dan perkembangan teknologi.

4. Fashion

Perkembangan dunia fashion adalah salah satu perkembangan dan trend yang tidak lekang dimakan waktu kerena industri ini selalu dipenuhi orang- orang kreatif yang mau mendobrak batas dan garis ukur sebuah seni.

5. Film dan musik

Globalisasi dalam industri film dan musik mempermudah banyak pelaku seni untuk memperkenalkan hasil karya mereka tanpa batasan.

6. Layanan komputer, game, dan perangkat lunak

Industri yang satu ini cukup terkait erat dan saling menunjang satu sama lain, perkembangnya pun tak lepas dari ide- ide kreatif dari pelakunya untuk tetap bermain dalam bidang bisnis dan turut menciptkan lapangan kerja.

7. Riset dan pengembangan

Sector usaha yang satu ini juga tidak lepas sebagai penyedia jasa yang membantu pelaku bisnis untuk mencari dan mengembangkan ide serta potensial mereka.

Demikian pengertian ekonomi kreatif dan jenisnya sebagai ekonomi berciri utama berbasis pada ide atau gagasan dan hasil kreasi intelektual. (PT)

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *