Pengertian Hikmah secara Bahasa dan Istilah

“Ambil hikmahnya!” Ungkapan itu sering kita dengar terkait suatu peristiwa tak diinginkan. Apa arti hikmah? Berikut ini pengertian hikmah (حكمه) secara bahasa dan istilah.

Pengertian Hikmah
Pengertian Hikmah (Image: tasmeemme.com)

Pengertian Hikmah secara Bahasa

Secara bahasa, hikmah artinya kebijaksanaan (dari Allah Swt.); sakti; kesaktian; arti atau makna yang dalam; makna yang terkandung di balik suatu peristiwa; dan manfaat.  (KBBI).

Dalam bahasa Inggris, hikmah atau hikmat disebut wisdom (kebijaksanaan), yaitu suatu pengertian dan pemahaman yang dalam mengenai orang, barang, kejadian atau situasi, yang menghasilkan kemampuan untuk menerapkan persepsi, penilaian, dan perbuatan sesuai pengertian tersebut.

Hikmah berasal dari bahasa Arab, al-hikmah. Dilansir laman hidayatullah, dalam bahasa Arab, kata hikmah punya beberapa arti.

  • Dalam Lisan al-Arab, Ibn Manzhur menyebut hikmah itu al-qadha yang artinya “memutuskan”.
  • Al-Mu’jam al-Wasîth menyebutkan,  kata hikmah berasal dari kata hakama, bermakna “melarang” atau “menghalangi” (mana’a). Hukum itu dikatakan tegak jika menghalangi seseorang berbuat kezhaliman.
  • Hikmah juga bermaksud adil dalam memutuskan sesuatu.
  • Hikmah adalah mengetahui hakikat segala sesuatu apa adanya dan mengamalkan apa yang terkandung di dalamnya (Mu’jam Taj al-Arus).

Dalam Mafhum al-Hikmah fi al-Da’wah, Dr. Shaleh ibn Abdullah ibn Humaid menjelaskan, kata al-hikmah berasal dari kata al-hakamah, yaitu tali kekang binatang yang dengannya orang bisa mengendalikan hewannya sesuai dengan keinginannya.

Baca Juga

Diharapkan, dengan hikmah, orang itu bisa terkendali dari akhlak-akhlak yang tidak terpuji.

Pengertian Hikmah dalam Islam

Dalam konteks Islam, pengertian hikmah (al-hikmah) memiliki makna sangat dalam. Hikmah adalah salah satu karunia terbesar dari Allah SWT bagi manusia, yakni paham tentang Al-Quran dan As-Sunnah sebagai sumber utama ajaran Islam.

“Allah menganugrahkan al-hikmah (pefahaman yang dalam tentang al-Qur’an dan as-Sunnah) kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barangsiapa yang dianugrahi al-hikmah itu, ia benar-benar telah dianugrahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah)” (QS Al-Baqarah:269).

“Dan yang telah diturunkan kepada kalian dari kitab dan hikmah untuk memberikan nasihat dan pengajaran kepadamu” (QS Al-Baqarah: 231).

Hikmah di sini bermakna nasihat, seperti dikatakan ar-Razi mengutip pendapat al-Muqatil. (Tafsir Mafatih al-Ghaib).

Hikmah juga bermakna pemahaman. Seperti ditunjukkan dalam ayat: “Dan Kami memberikan al-hikmah (pemahaman) kepadanya (Yahya) ketika dia masih kecil” (QS. Maryam [19]: 12).

Ibn Katsir menerangkan “Kami memberikan kepada Yahya pemahaman, ilmu, kesungguhan memenuhi panggilan kebaikan dan konsisten atasnya” (Tafsir al-Qur’an al-Azhim).

Makna hikmah selanjutnya adalah pengetahuan.

“Mereka itulah orang-orang yang telah Kami berikan kitab, hikmah (ilmu dan pemahaman) serta kenabian” (QS Al-An’am [6]: 89).

Prof. Wahbah az-Zuhaili mengatakan, al-hukma dalam ayat tersebut berarti ilmu yang bermanfaat dan pemahaman terhadap agama (Tafsir al-Munir).

Hikmah juga bisa bermaksud kenabian (nubuwah).

“Sungguh Kami telah memberikan kitab dan hikmah (kenabian) kepada keluarga Ibrahim.” (QS. An-Nisa [4]: 54).

Mufassir Abdurrahman as-Sa’di menerangkan bahwa Allah memberikan nikmat kenabian dan kitab kepada Ibrahim dan keturunannya. (Tafsir Karim ar-Rahman fi Kalam al-Mannan).

Makna yang sama terdapat dalam QS. Shad [38]: 20. “Dan kami berikan hikmah (kenabian) kepadanya serta kebijaksanaan dalam memutuskan.”

Dalam Tafsir Jalalain dijelaskan, hikmah artinya adalah kenabian dan ketepatan dalam segala perkara.

Makna berikut bisa dilihat di ayat yang lain. “Serulah manusia ke jalan Tuhanmu dengan hikmah (perkataan yang tegas dan benar) dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik.” (QS. An-Nahl [16]: 125).

Kata hikmah juga terdapat pada ayat: “Dia memberikan hikmah (kemampuan untuk memahami rahasia-rahasia syari’at Islam) kepada siapa yang Dia kehendaki. Barang siapa diberi hikmah, sesungguhnya dia telah diberi kebaikan yang banyak.” (QS Al-Baqarah [2]: 269).

Dalam Tesis berjudul “Konsep Pendidikan Hikmah dalam al-Qur’an, UIKA Bogor 2016” Abd. Hafidh menyebut setidaknya ada 11 makna hikmah yang beririsan dalam al-Qur’an.

  1. kenabian dan kerasulan (an-nubuwah wa ar-risâlah)
  2. tafsir (takwil) al-Qur’an (tafsir al-Qur’an wa ta’wiluhu)
  3. memahami rahasia dan detail-detail syariat Islam (al-ilm wa fahm ad-daqa’iq wa al-fiqh fi ad-din)
  4. mengetahui kebenaran dan mengamalkannya (ma’rifatu al-haq wa al-amalu bihi)
  5. amal shalih (al-amal al-shalih)
  6. menghalangi kezhaliman (man’u azh-zhulm)
  7. nasihat dan peringatan (al-wa’zhu wa at-tazkir)
  8. ayat-ayat al-Qur’an, perintah-perintah, dan larangan-larangannya (ayat al-Qur’an wa awamiruhu wa nawahihi)
  9. kemampuan akal memahami hukum-hukum syari’ah (hujjatu al-aql ala wifqi ahkam al-syari’ah)
  10. meletakkan sesuatu pada tempat yang semestinya (wadh’u asy-syai’ fi maudhi’ihi)
  11. mengerjakan apa yang semestinya dikerjakan, di saat dan momen yang tepat.

Demikian pengertian hikmah yang sangat luas, beragam, dan semuanya positif. Kata hikmah dalam ungkapan “ambil hikmahnya” antara lain mengambil pelajaran, nasihat, atau pemahaman tentang sesuatu. Wallahu a’lam. (PT).

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *