Pengertian Innalillahi – Ungkapan Istirja’ Saat Musibah

Makna dan Arti Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun
Makna dan Arti Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun (Foto: Shutterstock)

PILARTIMES.COM, BAHASA — Ungkapan atau kalimat Innalillahi sering menjadi topik populer (trending topic) di media sosial Twitter.

Hari ini, Minggu (19/7/2020), ungkapan itu trending dengan ribuan kicauan. Pantauan pilartimes.com, hingga pukul 13.00 WIB sudah lebih dari  7 ribu cuitan berisi kata “innalillahi”.

Penyebab trending Innalillahi kali ini adalah wafatnya penyair kawakan Prof. Sapardi Djoko Darmono.

“Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Telah meninggal dunia sastrawan besar Indonesia, Prof. Dr. Sapardi Djoko Damono di Eka Hospital BSD, Tangerang Selatan pada hari ini 19 Juli 2020, pukul 09.17 WIB. #SapardiDjokoDamono,” tulis akun pemilik @PuisiJokpin.

“Innalillahi wa Inna Ilaihi Roji’un. Selamat Jalan Prof. Sapardi Djoko Darmono. Even though I’m not the kind of person who is into poems and poetry, but your works are all exquisite. They are beautiful. You and your masterpieces will forever be remembered. Thank you, sir,” tulis pemilik akun @luvfromven.

Pengertian Innalillahi

“Innalillahi” (إِنَّا لِلَّـهِ) atau lengkapnya “Innalillahi wa Inna Ilaihi Roji’un” (إِنَّا لِلَّٰهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ‎) adalah ungkapan dalam bahasa Arab yang artinya “sesungguhnya kita milik Allah dan sesungguhnya kita akan kembali pada-Nya”.

Ungkapan ini dalam Islam termasuk kalimat yang baik (kalimah thayibah) yang tercantum dalam Al-Quran Surah Al-Baqarah, ayat 156:

ٱلَّذِينَ إِذَ أَصَابَتْهُم مُّصِيبَةٌۭ قَالُوا۟ إِنَّا لِلَّٰهِ وَإِنَّ إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

“(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun” (Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah dan kepada Allah jugalah kami kembali). (QS Al-Baqarah 2:156).

Dalam Islam, bacaan tersebut dikenal dengan sebutan bacaan “istirja” atau “tarji“. Istirja’ merupakan frasa umat Islam bila seseorang tertimpa musibah dan biasanya diucapkan apabila menerima kabar duka cita.

Dalam syariat Islam, jika seorang muslim ditimpa musibah, ia bersabar dan mengucapkan kalimat istirja’ maka akan mendapatkan pahala dari Allah SWT.

‘Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun’ memiliki arti sesungguhnya kita adalah milik Allah dan semuanya akan kembali pada Allah SWT. Kalimat ini memiliki makna kalau dunia ini adalah milik Allah sehingga manusia tidak bisa menuntut apapun ke Allah karena Allah SWT yang memiliki hak dan kehendak.

Innalillahi
(Foto: Shutterstock)

Mengutip tafsir QS 2:156 di laman radioroja.com, mengucapkan innalillahi merupakan salah satu ciri orang sabar.

Di antara sifat orang-orang yang sabar adalah menyerahkan urusan mereka kepada Allah SWT dengan hati mereka dan lisan mereka, apabila mereka ditimpa musibah.

Karena Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Berikan kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.” Kemudian Allah menyebutkan siapa orang yang sabar itu. Yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka berkata:

إِنَّا لِلَّـهِ

“Sesungguhnya kami milik Allah.”

Artinya kami menyerahkan semuanya kepada Allah. Karena Dia pemilik manusia, Dia yang memberikan musibah dan Dia juga yang mampu untuk menghilangkan musibah tersebut.

وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

“Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada-Nya (Allah SWT)”.

Maka kewajiban kita bahwa musibah apapun yang menimpa, serahkan semuanya kepada Allah. Hal ini bukan berarti kita tidak berusaha. Kita tetap berusaha tapi sambil kita menyerahkan semuanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Disebutkan dalam hadits, Nabi Saw menambahkan lagi dengan do’a:

اللَّهُمَّ أْجُرْنِي فِي مُصِيبَتِي ، وَأَخْلِفْ لِي خَيْرًا مِنْهَا

“Ya Allah berikanlah aku pahala dalam musibahku ini dan gantikan untukku yang lebih baik darinya.” (HR. Muslim).

Demikian pengertian Innalillah. Ia dalah ungkapan terbaik jika ditimpa musibah atau mendengar terjadinya musimah, termasuk ketika mendengar kabar sakit dan meninggalnya seseorang. Di dalamnya ada keimanan bahwa semua yang ada di dunia ini ciptaan Allah dan milik-Nya. Wallahu a’lam. (PT)

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *