Pengertian Islam Secara Bahasa dan Istilah

Islam dan muslim berbeda. Islam itu agama. Muslim pemeluknya. Berikut ini pengertian Islam secara bahasa dan istilah, agar tidak salah paham tentang Islam dan tidak mengidentikkannya dengan muslim.

pengertian islam
Pengertian Islam (Image: thesciencefaith.com)

PILARTIMES.COM — Islam (إسلام) sering diidentikkan dengan muslim (مُسْلِم). Perilaku kaum muslim atau umat Islam sering dinilai identik dengan Islam.

Padahal, Islam dan muslim merupakan dua hal yang berbeda. Islam adalah agama. Muslim adalah pemeluknya. Perilaku seorang muslim belum tentu mencerminkan agama yang dianutnya (Islam).

Menyamakan Islam dan muslim adalah “kesalahan umum” (common error) di dunia Barat.

“Islam adalah agama, sedangkan muslim adalah pengikut agama Islam. Cara lain untuk merujuk pada orang yang mengidentifikasi sebagai muslim adalah dengan menyebut mereka pengikut Islam (followers of the religion of Islam). Kesalahan umum dalam ungkapan adalah merujuk orang sebagai individu Islam, tetapi Islam adalah agama sehingga lebih akurat untuk mengatakan muslim, bukan Islam,” tulis World Population Review.

Baca Juga

Before we look at numbers, let’s walk through a brief recap of Muslims versus Islam because there tends to be a lot of overlap in ways that don’t actually make sense. Islam is a religion, while Muslims are followers of the religion of Islam. Another way of referring to people who identify as Muslim is by calling them followers of Islam. A common error in phrasing is to refer to people as Islamic individuals, but Islam is a religion so it is more accurate to say Muslims, not Islams.

Islam (إسلام)  atau Al-Islam (إسلام) adalah agama yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad Saw sebagai agama (dien) terakhir bagi seluruh umat manusia sepanjang masa.

Islam merupakan agama yang mengimani satu Tuhan, yaitu Allah SWT. Hanya Allah satu-satunya Tuhan yang berhak disembah karena Dia yang menciptakan langit dan bumi serta segala isinya.

Muslim adalah sebutan bagi pemeluk agama Islam. Data Pew Research Center menunjukkan, pada 2010 saja, diperkirakan ada 1,6 miliar muslim di seluruh dunia. Hal itu menjadikan Islam sebagai agama dengan pemeluk terbesar kedua di dunia setelah Kristen.

Meskipun banyak orang, terutama di Amerika Serikat, mengaitkan Islam dengan negara-negara di Timur Tengah atau Afrika Utara, hampir dua pertiga (62%) muslim justru tinggal di wilayah Asia-Pasifik.

Faktanya, lebih banyak muslim yang tinggal di India dan Pakistan (344 juta/gabungan) daripada di seluruh wilayah Timur Tengah-Afrika Utara (317 juta).

Umat Islam membentuk mayoritas populasi di 49 negara di dunia. Negara dengan jumlah terbesar (sekitar 209 juta) adalah Indonesia, di mana 87,2% dari populasi diidentifikasi sebagai muslim.

India memiliki populasi muslim terbesar kedua di dunia dalam jumlah mentah (sekitar 176 juta), meskipun kaum muslim hanya 14,4% dari total populasi India.

Ke depan, Pew Centre memperkirakan, tahun 2050 jumlah muslim di seluruh dunia akan tumbuh menjadi 2,76 miliar, atau 29,7% dari populasi dunia.

pengertian islam

Pengertian Islam

1. Arti Islam secara Bahasa

Menurut Kamus Bahasa Indonesia, Islam artinya “agama yang diajarkan oleh Nabi Muhammad saw. yang berpedoman pada kitab suci Al-Qur’an yang diturunkan ke dunia melalui wahyu Allah Swt” (KBBI Daring).

Secara etimologis (asal-usul kata, lughawi) kata “Islam” berasal dari bahasa Arab dengan akar kata aslama (أسلم).

الإسلام مصدر من أسلم يسلم إسلاما

Aslama artinya “menyerahkan diri” atau “tunduk dan patuh” sebagaimana disebutkan dalam Al-Quran:

بَلَىٰ مَنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَلَهُ أَجْرُهُ عِنْدَ رَبِّهِ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

“Bahkan, barangsiapa aslama (menyerahkan diri) kepada Allah, sedang ia berbuat kebaikan, maka baginya pahala di sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula bersedih hati” (Q.S. Al-Baqarah [2]:112).

Akar kata Islam lainnya adalah salama yang artinya “selamat”. Dari kata aslama itulah terbentuk kata Islam.

Pemeluknya disebut Muslim (مُسْلِم). Orang yang memeluk Islam berarti menyerahkan diri kepada Allah dan siap patuh pada ajaran-Nya.

Hammudah Abdalati dalam Islam in Focus menjelaskan,  kata “Islam” berasal dari akar kata Arab, SLM (Sin, Lam, Mim/س ل م) yang berarti kedamaian, kesucian, penyerahan diri, dan ketundukkan.

Dalam pengertian religius, menurut Abdalati, Islam berarti “penyerahan diri kepada kehendak Tuhan dan ketundukkan atas hukum-Nya” (Submission to the Will of God and obedience to His Law).

Hubungan antara pengertian asli dan pengertian religius dari kata Islam adalah erat dan jelas. Hanya melalui penyerahan diri kepada kehendak Allah SWT dan ketundukkan atas hukum-Nya, maka seseorang dapat mencapai kedamaian sejati dan menikmati kesucian abadi.

pengertian islam

2. Akar Kata Islam

Ada juga pendapat, akar kata yang membentuk kata “Islam” setidaknya ada empat yang berkaitan satu sama lain.

1. Aslama (أسلم).

Aslama artinya menyerahkan diri. Orang yang masuk Islam berarti menyerahkan diri kepada Allah SWT. Ia siap mematuhi ajaran-Nya.

2. Salima (سَالِم‎).

Salima artinya selamat. Orang yang memeluk Islam, hidupnya akan selamat.

3. Sallama (سَلَم).

Sallama artinya menyelamatkan orang lain. Seorang pemeluk Islam tidak hanya menyelematkan diri sendiri, tetapi juga harus menyelamatkan orang lain (tugas dakwah atau ‘amar ma’ruf nahyi munkar).

4. Salam (سَلَام‎).

Salam artinya selamat, aman, damai, sentosa. Kehidupan yang damai sentosa akan tercipta jika pemeluk Islam melaksanakan aslama dan sallama.

5. Istislam (استَسلَم)

Istislam artinya tunduk secara total kepada Allah SWT. Istislam juga bermakna pembawa kedamaian (peace).

6. Silm (سِلْم)

Silm artinya tenang dan damai.

Pengertian Islam secara bahasa juga tercantum dalam Al-Qur’an sebagai sumber utama ajaran Islam.

  1. Islamul wajh: ikhlas menyerahkan diri kepada Allah
  2. Istislama: tunduk secara total kepada Allah
  3. Salaamah atau saliim: suci dan bersih
  4. Salam: selamat sejahtera
  5. Silm: tenang dan damai.

Semua pengertian itu digunakan Al-Quran seperti di ayat-ayat berikut ini.

وَمَنْ أَحْسَنُ دِينًا مِمَّنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ وَاتَّبَعَ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا وَاتَّخَذَ اللَّهُ إِبْرَاهِيمَ خَلِيلًا

“Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang asalama (ikhlas menyerahkan) dirinya kepada Allah, sedang dia pun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayangan-Nya” (QS. An-Nisa’: 125).

أَفَغَيْرَ دِينِ اللَّهِ يَبْغُونَ وَلَهُ أَسْلَمَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ طَوْعًا وَكَرْهًا وَإِلَيْهِ يُرْجَعُونَ

“Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah aslama (menyerahkan diri) segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan Hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan” (QS. Ali Imran: 83).

إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ

“Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang salim (bersih)” (QS. Asy-Syu’ara:89).

وَإِذَا جَاءَكَ الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِآَيَاتِنَا فَقُلْ سَلَامٌ عَلَيْكُمْ كَتَبَ رَبُّكُمْ عَلَى نَفْسِهِ الرَّحْمَةَ أَنَّهُ مَنْ عَمِلَ مِنْكُمْ سُوءًا بِجَهَالَةٍ ثُمَّ تَابَ مِنْ بَعْدِهِ وَأَصْلَحَ فَأَنَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

“Apabila orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat kami itu datang kepadamu, Maka Katakanlah: “Salaamun alaikum (Mudah-mudahan Allah melimpahkan kesejahteraan atas kamu).” Tuhanmu Telah menetapkan atas Diri-Nya kasih sayang, (yaitu) bahwasanya barang siapa yang berbuat kejahatan di antara kamu lantaran kejahilan, kemudian ia bertaubat setelah mengerjakannya dan mengadakan perbaikan, Maka Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS. Al-An’am: 54).

فَلَا تَهِنُوا وَتَدْعُوا إِلَى السَّلْمِ وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ وَاللَّهُ مَعَكُمْ وَلَنْ يَتِرَكُمْ أَعْمَالَكُمْ

“Janganlah kamu lemah dan minta silmi (damai) padahal kamulah yang di atas dan Allah pun bersamamu dan dia sekali-kali tidak akan mengurangi pahala amal-amalmu” (QS Muhammad: 35).

pengertian islam

3. Arti Islam Secara Istilah 

Secara terminologis (istilah), Islam adalah agama wahyu berintikan tauhid atau keesaan Tuhan yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad Saw sebagai utusan-Nya yang terakhir dan berlaku bagi seluruh manusia, di mana pun dan kapan pun, yang ajarannya meliputi seluruh aspek kehidupan manusia.

Cukup banyak ahli dan ulama yang berusaha merumuskan definisi Islam secara terminologis.

KH Endang Saifuddin Anshari dalam Kuliah Al-Islam mengemukakan, setelah mempelajari sejumlah rumusan tentang agama Islam, lalu menganalisisnya, ia merumuskan dan menyimpulkan bahwa agama Islam adalah:

  • Wahyu yang diurunkan oleh Allah SWT kepada Rasul-Nya untuk disampaikan kepada segenap umat manusia sepanjang masa dan setiap persada.
  • Suatu sistem keyakinan dan tata-ketentuan yang mengatur segala perikehidupan dan penghidupan asasi manusia dalam pelbagai hubungan: dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam lainnya.
  • Bertujuan: keridhaan Allah, rahmat bagi segenap alam, kebahagiaan di dunia dan akhirat.
  • Pada garis besarnya terdiri atas akidah, syariatm dan akhlak.
  • Bersumberkan Kitab Suci Al-Quran yang merupakan kodifikasi wahyu Allah SWT sebagai penyempurna wahyu-wahyu sebelumnya yang ditafsirkan oleh Sunnah Rasulullah Saw.

Nama “Islam” Pemberian Allah SWT

Nama “Islam” bagi agama ini diberikan oleh Allah SWT sendiri. Dia juga menyatakan hanya Islam agama yang diridhai-Nya dan siapa yang memeluk agama selain Islam kehidupannya akan merugi di akhirat nanti.

Islam juga dinyatakan telah sempurna sebagai ajaran-Nya yang merupakan rahmat dan karunia-Nya bagi umat manusia, sehingga mereka tidak memerlukan lagi ajaran-ajaran selain Islam.

إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ

“Sesungguhnya dien (agama) yang diridhai Allah hanyalah Islam.” (Q.S. Ali Imran [3]:19)

وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Dan siapa saja yang memeluk agama selain Islam, tidak akan diterima (oleh Allah) dan dia termasuk orang-orang yang merugi di akhirat nanti.” (Q.S. Ali Imran [3]:85).

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

“Pada hari ini Aku telah sempurnakan agamamu (Islam) dan Aku telah melimpahkan nikmat-Ku padamu, dan Aku ridha Islam sebagai agamamu.” (Q.S. Al-Maidah [5]:3).

Menurut Al-Quran, semua agama yang diturunkan kepada para Nabi dan Rasul sebelum Muhammad pun pada hakikatnya adalah agama Islam dan pemeluknya disebut Muslim (Q.S. 2:136, 10:72 dan 84, 12:101,  3:52, 4:163-165).

Bahkan, Hawariyun, yakni sebutan bagi pengikut Nabi Isa a.s., menyebut diri mereka Muslim atau pemeluk Islam.

 فَلَمَّا أَحَسَّ عِيسَىٰ مِنْهُمُ الْكُفْرَ قَالَ مَنْ أَنْصَارِي إِلَى اللَّهِ ۖ قَالَ الْحَوَارِيُّونَ نَحْنُ أَنْصَارُ اللَّهِ آمَنَّا بِاللَّهِ وَاشْهَدْ بِأَنَّا مُسْلِمُونَ

“Maka tatkala Isa mengetahui keingkaran mereka (Bani lsrail) berkatalah dia: “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk (menegakkan agama) Allah?” Para hawariyyin (sahabat-sahabat setia) menjawab: “Kamilah penolong-penolong (agama) Allah, kami beriman kepada Allah; dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berserah diri.” (Q.S.  Ali Imran [3]:52).

Inilah salah satu kekhasan agama Islam. Nama “Islam” tidak diasosiasikan pada pribadi seseorang, nama ras, suku, ataupun wilayah. Sebagaimana dikemukakan Abul A’la Al-Maududi, Islam sama sekali tidak seperti nama agama-agama lain yang dikaitkan dengan nama sesuatu atau seseorang.

“…Christianity takes its appelation from the name of its prophet Yesus Christ; Budhism from its founder Gautama Budha; Zoroastrianisme from its founder Zoroaster; and Judaism, the reigion of Jews, from the name of tribe Judah (of the Country of Judea) where in it took its birth. But no so with Islam…”

Zoroaster adalah agama di Parsi. Nama itu disandarkan pada nama pendirinya, Zoroaster yang meninggal tahun 583 SM.

Agama Budha (Budhism) berasal dari nama Sidharta Budha Gautama, lahir tahun 560 SM di India. Budha adalah gelar bagi Sidharta yang dianggap memperoleh penerangan agung.

Yahudi (Judaism), yang dianut orang-orang Yahudi, berasal dari nama negara Juda (Judea) atau Yahuda.

Agama Hindu (Hinduism) adalah kumpulan macam-macam agama dan tanggapan tentang dunia dari orang-orang India.

Agama Tao (Taoism) pada mulanya adalah suatu ajaran filsafat, sebagai aspek manifestasi perasaan, spontanitas, dan khayalan orang-orang Cina yang berkembang menjadi agama dalam Dinasti Han (206 SM-220 M).

Kristen diambil dari nama Tuhan yang dipujanya, Jesus Christ. Pengikut Kristus disebut pula orang-orang Kristen. Dalam Al-Quran ada istilah Nasrani atau Nashoro, disandarkan pada asal daerah Jesus, yakni Nazareth (Jesus of Nazareth).

Demikian pengertian Islam secara bahasa dan istilah. Wallahu a’am.

Referensi:

  • Drs. Nasruddin Razak, Dienul Islam, Al-Ma’arif Bandung, 1989..
  • Hammudah Abdalati, Islam in Focus, American Trust Publications Indianapolis-Indiana, 1975.
  • Endang Saifuddin Anshari, Kuliah Al-Islam, Pusataka Bandung, 1978.
  • Abul A’la Al-Maududi, Toward Understanding Islam, Pakitan 1966, sebagaimana dikutip Endang Saifudin Anshari dalam Kuliah Al-Islam (Pustaka Bandung, 1978).

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *