Pilartimes: Media Pilar Merdeka

Fahrus Zaman Fadhly
Fahrus Zaman Fadhly

Oleh Fahrus Zaman Fadhly

Dalam banyak “kitab suci” jurnalisme, pers, atau media sejatinya mengusung misi dan peran mulia yakni sebagai pilar demokrasi keempat (the fourth pillar of democracy), pencari kebenaran (seeker of the truth), pengawas jalannya pemerintahan (the watchdog of the government), penyambung lidah rakyat ( the
mouthpiece of the people) dan julukan-julukan mulia lainnya.

Di era konvergensi media dan debut capaian teknologi informasi dan komunikasi, peran media mengalami pergeseran yang mengarah sebagai industri.

Kita tahu, industri bergerak dengan logika rasional dan transaksional. Dalam logika industri, konten jurnalisme adalah produk. Jurnalis dan awak redaksi dianggap semata sebagai faktor produksi yang “mesti” menuruti pemilik modal.

Saat politik mengalami sekulerisasi, sektor publik ini pun terjebak dengan logika industri. Ini semua terjadi karena demokrasi kita padat modal.

Baca Juga

Demokrasi kuantitatif tak berjiwa. Saat demokrasi tak berjiwa, industri politik melakukan kawin paksa dengan industri media. Hasilnya: perselingkungan sempurna antara kekuasaan dan media. Inilah potret kasuistik politik kontemporer di Indonesia.

Dalam situasi pelik ini, media menjadi pilar kekuatan politik tertentu yang tak lagi mengusung misi mulia tersebut. Media terjebak dalam situasi sulit, antara mengusung idealisme dan pragmatisme.

Media tersesat dan menyesatkan diri dalam arus pragmatisme yang akut. Terlebih, dalam situasi pandemik seperti saat ini, tidak mudah mendayuh di antara dua karang itu.

Lalu, mungkinkah media bisa keluar dari jebatan pragmatisme tersebut? Mungkin dan sangat mungkin. Karena hidup itu perkara the art of possibilities, seni dengan berbagai kemungkinan.

Pilartimes adalah jawabannya.

Pilartimes adalah institusi media yang dibangun berdasarkan atas kesadaran untuk menegakkan nilai-nilai mulia jurnalisme yang memegang teguh loyalitasnya pada kebenaran, keadilan, kejujuran, fairness, dan kepentingan publik.

Sisi bisnis hanya sekadar gizi untuk menggerakkan dan menghidupkan api idealisme pers.

Pilartimes adalah satu lini dari Media Pilar Merdeka (MPM) Group, selain Jabartoday.com dan Liputanmadura.com.

Secara filosofi, nama Media Pilar Merdeka pun disematkan untuk mengingatkan kami, bahwa media adalah pilar sebuah bangsa, yang harus berdiri tegak merdeka memperjuangkan kepentingan publik, menyuguhkan fakta, menebarkan kebenaran dan kebaikan, menularkan jurnalisme hijau dan damai (green and peace journalism) dan siap bermitra dengan pemerintah dan masyarakat untuk kemajuan bangsa.

Semoga kehadiran Pilartimes memberi warna baru dalam sejarah jurnalisme Indonesia khususnya jurnalisme berbasis daring yang semakin semarak dalam satu dasawarsa terakhir.

Semoga ikhtiar kecil ini menjadi bagian dari upaya kita untuk menegakkan kembali marwah jurnalisme Indonesia yang bebas dan bertanggungjawab.

Bravo Pilartimes, Bravo pers Indonesia!

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *