Presiden Minta Kasus Penyerangan Ulama Sebelum Syekh Ali Jaber Diusut Lagi

Menko Polhukam Mahfud MD

PILARTIMES.COM, JAKARTA — Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Polri, dan Badan Intelijen Negara (BIN) mengusut kasus penyerangan ulama yang dulu.

Perintah tersebut dikemukakan Menko Polhukam Mahfud MD. Menurutnya, presiden ingin kasus-kasus tersebut diusut tuntas agar tak ada spekulasi liar yang berkembang di masyarakat.

“Presiden tadi pagi juga memerintahkan kepada saya agar BNPT, Polri, dan BIN menyelidiki semua kasus penyerangan kepada ulama yang dulu-dulu, apakah ada pola yang sama. Ini agar diusut tuntas agar tidak ada spekulasi di masyarakat,” kata Mahfud dalam keterangan tertulis Kemenko Polhukam, Rabu (19/6/2020).

Mahfud memastikan kasus penusukan Syekh Ali Jaber beberapa waktu lalu akan dibawa ke pengadilan. “Pemerintah transparan dan akan meneruskan kasus ini ke pengadilan,” kata Mahfud.

Baca Juga

Mahfud mengatakan nantinya pengadilan yang akan bersikap pernyataan pihak keluarga soal tersangka AA mengalami gangguan jiwa. Dia memastikan pihak kepolisian tak akan menghentikan kasus penusukan tersebut.

“Pemerintah melalui Polri sudah bersikap bahwa pelaku akan terus dibawa ke pengadilan dengan actus reus atau tindakan yang sudah nyata,” katanya.

“Soal sakit jiwa atau tidak, itu biar hakim yang menentukan. Hakim mungkin nanti akan meminta dokter untuk memeriksa. Polisi tidak akan menghentikan karena alasan sakit jiwa. Soal itu biar nanti di pengadilan saja, advokat yang mendampingi membela apakah ia sakit jiwa atau tidak,” ujar Mahfud.

Dilansir Detikcom, kasus penyerangan terhadap ulama sebelum kasus Syekh Ali Jabar antara lain terjadi pada awal 2018.

Pertama, kasus penganiayaan terhadap KH Umar Basri, pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Hidayah di Cicalengka, Kabupaten Bandung. Insiden terjadi di dalam masjid usai shalat subuh.

Pelakunya bernama Asep Ukin yang divonis sakit jiwa dan menjalani perawatan di RS Jiwa Provinsi Jabar selama enam bulan.

Kedua, beberapa hari berselang serangan terhadap ulama terjadi di Kota Bandung. Komandan Brigade PP Persatuan Islam (Persis) Ustaz Prawoto dianiaya Asep Maftuh yang tak lain tetangganya sendiri. Prawoto meninggal dunia akibat insiden tersebut.

Penyerang Uztaz Prawoto, yakni Asep Maftuh, disebut-sebut gangguan jiwa. Namun, dalam persidangan tak terbukti. Asep divonis 7 tahun penjara. (PT/Dtc)

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *