Profil Jawa Barat

Profil Jawa Barat: Sejarah, Penduduk, Jumlah Kabupaten/Kota, Daftar Gubernur Provinsi Jabar.

Gedung Sate
Gedung Sate

Jawa Barat (Jawa Kulon, West Java) adalah salah satu provinsi di Indonesia yang terletak di Pulau Jawa dengan Ibu Kota Bandung.

Pusat pemerintahan Provinsi Jawa Barat di Gedung Sate Jl. Diponegoro, Kota Bandung. Gedung Sate yang bersejaah menjadi ikon utama Provinsi Jawa Barat.

Wilayah ini dinamakan Jawa Barat (biasa disingkat Jabar) karena berada di Pulau Jawa bagian barat –untuk membedakan letak geografis dengan Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Sempat muncul usulan dari sejumlah tokoh dan akademisi agar nama Jawa Barat diganti dengan nama yang berjati diri Sunda, yakni Pasundan, Tanah Sunda, atau Tatar Sunda, mengingat

Baca Juga

Salah satu alasan munculnya usulan perubahan nama,  selain wilauah ini dihuni mayoritas suku Sunda, secara geografis nama Jabar tidak relevan karena ada daerah yang lebih barat di pulau Jawa, yakni Provinsi Banten dan DKI Jakarta.

Wilayah Provinsi Jabar berbatasan dengan Provinsi Banten yang dulu masuk wilayah Jabar, Provinsi Jawa Tengah, dan DKI Jakarta.

Provinsi Jawa Barat didirikan tanggal 4 Juli 1950, berdasarkan Undang-Undang No. 11 Tahun 1950.

Pada saat resmi menjadi provinsi, wilayah Jabar juga meliputi Banten. Namun, sejak adanya pemekaran wilayah, Banten menjadi provinsi tersendiri pada November 2000 dengan nama Provinsi Banten dengan ibu kota Serang.

Kabupaten/kota yang masuk Provinsi Banten adalah Kota Serang, Kabupaten Serang, Kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, dan Kota Cilegon.

Sejarah Jawa Barat

Pada abad ke-5, wilayah Jawa Barat menjadi bagian dari wilayah Kerajaan Tarumanagara (358-669 M).

Beberapa tokoh ternama dalam kerajaan ini adalah Jayasingawarman (yang dianggap sebagai raja pertama), Dharmayawarman, Purnawarman, dan Linggawarman.

Prasasti peninggalan Kerajaan Tarumanagara banyak tersebar di Jawa Barat, yaitu Prasasti Kebon Kopi, Prasasti Tugu, Prasasti Cidanghiyang, Prasasti Ciaruteun, Prasasti Muara Cianten, Prasasti Jambu, dan Prasasti Pasir Awi.

Setelah kerajaan Tarumanagara berakhir, kekuasaan di bagian barat Pulau Jawa (dari Ujung Kulon sampai Kali Serayu) dilanjutkan oleh Kerajaan Sunda.

Salah satu prasasti dari zaman Kerajaan Sunda adalah prasasti Kebon Kopi II di Bogor yang ditulis dalam tulisan Kawi Bahasa Melayu Kuno. Peninggalan sejarah yang juga dikenal sebagai Prasati Pasir Muara ini hilang/dicuri sekitar tahun 1940-an.

Kerajaan Sunda beribu kota di Pakuan Pajajaran (sekarang Kota Bogor). Salah satu rajanya bernama Sri Baduga Maharaja.

Jawa Barat sebagai nama wilayah pemerintahan (administratif) mulai digunakan tahun 1925 ketika Pemerintah Hindia Belanda membentuk Provinsi Jawa Barat.

Pembentukan provinsi itu sebagai pelaksanaan Bestuurshervormingwet tahun 1922 yang membagi Hindia Belanda atas kesatuan-kesatuan daerah provinsi.

Sebelum tahun 1925, digunakan istilah Soendalanden (Tatar Soenda) atau Pasoendan, sebagai istilah geografi untuk menyebut bagian Pulau Jawa di sebelah barat Sungai Cilosari dan Citanduy. Sebagian besar dihuni oleh penduduk yang menggunakan bahasa Sunda.

Pada 17 Agustus 1945, saat proklamasi kemerdekaan, Jawa Barat menjadi bagian dari Republik Indonesia (RI).

Pada 27 Desember 1949 Jawa Barat menjadi Negara Pasundan yang merupakan salah satu negara bagian dari wilayah pemerintahan Republik Indonesia Serikat (RIS).

RIS merupakan hasil kesepakatan tiga pihak dalam Konferensi Meja Bundar: Republik Indonesia, Bijeenkomst voor Federaal Overleg (BFO), dan Belanda.

Jawa Barat kembali bergabung dengan Republik Indonesia pada 1950.

Profil Jawa Barat: Penduduk Asli

Jumlah penduduk Provinsi Jawa Barat sebanyak 46.497.175 jiwa.  Mereka tersebar di 26 kabupaten/kota, 625 kecamatan, dan 5.899 desa/kelurahan.

Jumlah penduduk Jabar terbesar ada di Kabupaten Bogor, yaitu sebanyak 4.966.621 Jiwa (11,03 %). Penduduk Jabar terkecil di Kota Banjar, yaitu sebanyak 192.903 Jiwa (0,43 %).

Berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat No. 5 Tahun 2003 tentang Perlindungan dan Pengembangan Budaya dan Bahasa, penduduk asli Jawa Barat ada tiga, yaitu SundaCirebon, dan Betawi.

Suku Sunda merupakan penduduk mayoritas di Jawa Barat. Mereka bertutur dengan menggunakan bahasa Sunda.

Suku Cirebon tersebar di sekitar Kota Cirebon dan Kabupaten Cirebon, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Subang, dan sebagian Kabupaten Karawang.

Bahasa yang dituturkan oleh orang Cirebon adalah gabungan dari bahasa Jawa, Sunda, Arab, dan China yang mereka sebut sebagai bahasa Cirebon. Mereka juga memiliki dialek bahasa Sunda tersendiri yang disebut bahasa Sunda Cirebon.

Suku Betawi tinggal daerah perbatasan dengan DKI Jakarta, seperti sebagian Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, dan Kota Depok. Umumnya, mereka menggunakan bahasa Melayu dialek Betawi.

Masyarakat Jawa Barat di kenal sebagai masyarakat yang agamis atau religius, dengan kekayaan warisan budaya dan nilai-nilai luhur tradisional, serta memiliki prilaku sosial yang berfalsafah silih asih, silih asah, silih asuh.

Falsafah tersebut secara harfiah artinya “saling mengasihi, saling memberi pengetahuan, dan saling mengasuh di antara warga masyarakat”.

Tatanan kehidupan masyarakat Jabar lebih mengedepankan keharmonisan seperti tergambar pada pepatah “Herang Caina Beunang Laukna”. Pepatah ini bermakna menyelesaikan masalah tanpa menimbulkan masalah baru atau prinsip saling menguntungkan (win win solution).

Daftar Kabupaten dan Kota di Provinsi Jawa Barat

Secara administratif sejak tahun 2008, kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Barat berjumlah 27 kabupaten/kota terdiri atas:

  • 18 kabupaten
  • 9 kota
  • 625 kecamatan
  • 5.877 desa/kelurahan.

Jawa Barat terbagi dalam 4 Badan Koordinasi Pemerintahan Pembangunan (Bakor PP) Wilayah:

  • Wilayah I Bogor: Kab.Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, Kab. sukabumi, Kota sukabumi dan Kab. Cianjur.
  • Wilayah II Purwakarta: Kab. Purwakarta, Kab. Subang, Kab. Karawang, Kab. Bekasi, dan Kota Bekasi.
  • Wilayah III Cirebon: Kab. Cirebon, Kota Cirebon, Kab. Indramayu, Kab. Majalengka, dan Kab. Kuningan.
  • Wilayah IV Priangan: Kab. Bandung, Kota Bandung, Kota Cimahi, Kab. Bandung Barat, Kab. Sumedang, Kab. Garut, Kab. Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Kab. Ciamis, dan Kota Banjar.

Kota-kota di Jawa Baat hasil pemekaran sejak 1996:

  1. Kota Bekasi, dimekarkan dari Kabupaten Bekasi pada tahun 1996
  2. Kota Depok, dimekarkan dari Kabupaten Bogor pada tahun 1999
  3. Kota Cimahi, dimekarkan dari Kabupaten Bandung pada tahun 2001
  4. Kota Tasikmalaya, dimekarkan dari Kabupaten Tasikmalaya pada tahun 2001
  5. Kota Banjar, dimekarkan dari Kabupaten Ciamis pada tahun 2002
  6. Kabupaten Bandung Barat, dimekarkan dari Kabupaten Bandung tahun 2007
  7. Kabupaten Pangandaran, dimekarkan dari Kabupaten Ciamis tahun 2012

Berikut ini adalah daftar 18 Kabupaten dan 9 Kota di Provinsi Jawa Barat beserta ibu kota dan luas wilayahnya.

No.Kabupaten/kotaIbu KotaLuas Wilayah
1Kabupaten BandungSoreang1.767,96 km²
2Kabupaten Bandung BaratNgamprah1.305,77 km²
3Kabupaten BekasiCikarang1.224,88 km²
4Kabupaten BogorCibinong2.710,62 km²
5Kabupaten CiamisCiamis1.414,71 km²
6Kabupaten CianjurCianjur3.840,16 km²
7Kabupaten CirebonSumber984,52 km²
8Kabupaten GarutTarogong Kidul3.074,07 km²
9Kabupaten IndramayuIndramayu2.040,11 km²
10Kabupaten KarawangKarawang1.652,20 km²
11Kabupaten KuninganKuningan1.110,56 km²
12Kabupaten MajalengkaMajalengka1.204,24 km²
13Kabupaten PangandaranParigi1.010,00 km²
14Kabupaten PurwakartaPurwakarta825,74 km²
15Kabupaten SubangSubang1.893,95 km²
16Kabupaten SukabumiPalabuhanratu4.145,70 km²
17Kabupaten SumedangSumedang1.518,33 km²
18Kabupaten TasikmalayaSingaparna2.551,19 km²
19Kota BandungBandung167,67 km²
20Kota BanjarBanjar113,49 km²
21Kota BekasiBekasi206,61 km²
22Kota BogorBogor118,50 km²
23Kota CimahiCimahi39,27 km²
24Kota CirebonCirebon37,36 km²
25Kota DepokDepok200,29 km²
26Kota SukabumiSukabumi48,25 km²
27Kota TasikmalayaTasikmalaya171,61 km²
Logo Provinsi Jawa Barat
Logo Provinsi Jawa Barat

Daftar Gubernur Jawa Barat

Pemerintahan Provinsi Jawa Barat  dipimpin oleh seorang gubernur. Berikut ini daftar Gubernur Jabar sejak 1945.

  1. Sutardjo Kertohadikusumo (18 Agustus 1945-Desember 1945)
  2. Datuk Djamin (Desember 1945-1946)
  3. Murdjani (1946-1947)
  4. R. Mas Sewaka (1947-1948)
  5. Ukar Bratakusumah (1948-1950)
  6. Sanusi Hardjadinata (1951-1956)
  7. Ipik Gandamana (1956-1960)
  8. Mashudi (1960-1965)
  9. Solihin G.P. (1970-1975)
  10. Aang Kunaefi (1975-1980, 1980-1985)
  11. Yogie Suardi Memet (1985-1993)
  12. R. Nuriana (1993-1998)
  13. Danny Setiawan (2003-2008)
  14. Ahmad Heryawan (2008-2013, 2013-2018)
  15. Ridwan Kamil (2018-2023)

Demikian sejarah dan Profil Jawa Barat.

Sumber: jabar.bps.go.id, jabarprov.go.id, wikipedia

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *