Ridwan Kamil Sarankan Jual-Beli Hewan Kurban secara Online

Gubernur Jabar Ridwan Kamil
Gubernur Jabar Ridwan Kamil (Foto: jabarprov.go.id)

PILARTIMES.COM, BANDUNG — Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil merekomendasikan proses jual-beli hewan kurban di masa pandemi Covid-19 dilakukan secara daring (online).

Hal itu guna mencegah kerumunan dan menekan potensi penularan Covid-19 sekaligus menaati penerapan protokol kesehatan.

Emil –sapaan Ridwan Kamil– mengemukakan hal itu usai melepas tim pemeriksa kesehatan hewan kurban Jabar secara virtual di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis (16/07/20).

“Jual beli juga harus touchless atau tanpa sentuhan, jadi kalau bisa belinya sekarang online saja. Syariatnya tercapai, kita juga tidak menyentuh pihak lain. Tradisi ini harus dibangun terlebih dalam situasi Covid-19,” ucapnya dilansir laman resmi Pemprov Jabar.

Menurut Emil, masih ada waktu hingga 14 hari lagi untuk membikin kampanye beli online di tiap kabupaten/kota di Jawa Barat.

Baca Juga

Ia menyarankan pembeli menghubungi penjual hewan kurban agar proses transaksi hewan kurban bisa secara online, minimal melalui aplikasi WhatsApp (WA).

“Kami meminta penjualan hewan kurban dilakukan di tempat terbuka dan luas. Selain itu, guna menghindari kerumunan, penyembelihan hewan kurban dilakukan secara bertahap, sebab pelaksanaan penyembelihan dapat dilakukan selama empat hari pada tanggal 10, 11, 12, dan 13 Zulhijah, juga bisa maksimalkan pemotongan hewan di RPH (Rumah Pemotongan Hewan),” jelasnya.

Emil juga menyatakan, penerapan protokol kesehatan yang ketat harus diterapkan saat proses penyembelihan hewan kurban, mulai dari memakai masker dan sarung tangan, baik saat menyembelih maupun merecah daging.

“Kita tingkatkan kinerja jangan sampai kasus antraks terulang walaupun sekarang sudah jarang terjadi daging yang akan dibagikan ke para mustahik harus berstatus ASUH (aman, sehat, utuh, halal),” katanya.

EmilĀ  juga mengimbau agar lanjut usia (lansia) dan anak-anak untuk tidak melaksanakan Shalat Idul Adha berjamaah. Hal itu karena mereka rawan terinfeksi Covid-19.

Ia mengingatkan, pelaksanaan salat Idul Adha harus sesuai dengan syariat Islam dan menerapkan protokol kesehatan.

“Tidak ada masalah semua ‘kan sudah di masa AKB (Adaptasi Kebiasaan Baru). Tapi, harus jaga jarak minimal satu meter dan panitia harus sudah pastikan protokol kesehatan diterapkan,” ujarnya.

Emil juga menegaskan, saat pelaksanaan kurban, tidak boleh ada pembagian daging secara fisik di tempat pemotongan. Pembagian daging kurban harus dilakukan langsung ke rumah-rumah yang berhak menerimanya.

“Panitia wajib membuat sistem untuk membagikan ke rumah-rumah, misalnya warga diberi kupon dan dalam kupon itu dikasih kalimat ‘tunggu di rumah’, nanti diantar oleh relawan kewilayahan seperti PKK dan karang taruna. Memang ini tidak mudah, tapi saya ingin masyarakat Jabar selamat (dari COVID-19),” tegasnya. (PT)

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *