Sekolah di Zona Hijau Covid-19 Jabar Boleh Buka dengan Syarat

Gubernur Jabar Ridwan Kamil
Gubernur Jabar Ridwan Kamil (Foto: jabarprov.go.id)

PILARTIMES.COM, BANDUNG — Sekolah di wilayah Zona Hijau Covid-19 Jawa Barat boleh buka untuk kegiatan belajar tatap muka di kelas, namun harus menerapkan protokol kesehatan.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil menegaskan, untuk bisa memulai kegiatan sekolah tatap muka di kelas, setidaknya harus memenuhi dua syarat utama.

“Yang pertama, sekolahnya harus berada di Kecamatan berzona hijau, yang kedua, sekolahnya harus sudah siap menjalankan protokol kesehatan dan skema pembelajaran” kata Kang Emil –sapaan akrab Ridwan Kamil– dirilis laman resmi Pemprov Jabar, Senin (3/7/2020).

Protokol kesehatan yang dimaksud di antaranya adalah penyediaan fasilitas cuci tangan dan skema pembelajaran adalah pembatasan kapasitas jumlah siswa

“Jadi harus dibatasi jumlah siswa menjadi setengah dari kapasitas. Makanya nanti ada yang sekolahnya Senin, Selasa, Rabu, lalu selanjutnya bergiliran,” ujarnya.

Baca Juga

Jika sekolah belum bisa melaksanakan protokol kesehatan dan skema pembelajaran yang disyaratkan, belum bisa melaksanakan sekolah tatap muka.

“Meskipun sekolahnya sudah berada di zona hijau, tetapi belum bisa memenuhi syarat itu, maka kita tidak akan mengizinkan menggelar sekolah tatap muka dahulu,” tegasnya.

Dikemukakannya, dalam minggu-minggu ini sudah ada yang memulai sekolah tatap muka. Oleh karena itu, Dinas Pendidikan akan melakukan pemeriksaan dan memantau terhadap sekolah-sekolah untuk memulai sekolah tatap muka.

New Normal Sekolah
New Normal Sekolah (Okezone)

Mulai 18 Agustus 2020

Menurut Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat, Dedi Supandi, beberapa sekolah di kecamatan berstatus zona hijau telah melaksakan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka secara bertahap mulai pekan ini.

“Berdasarkan laporan dari Gugus Tugas Covid-19 Jawa Barat, ada 257 kecamatan yang terkonfirmasi zona hijau. Bahkan di kecamatan-kecamatan itu belum pernah ada kasus pasien positif. Selain itu, sekolah-sekolah yang sudah KBM tatap muka itu pun telah melakukan persiapan sejak awal, sehingga mendapat izin untuk menggelar KBM tatap muka dari Gugus Tugas Covid-19 mulai hari ini,” ujarnya Dedi Supandi dilansir tribunjabar.id, Senin (3/8/2020).

Dedi menuturkan, untuk pembukaan mayoritas sekolah di ratusan kecamatan zona hijau lainnya, baru akan dimulai pada Selasa, 18 Agustus 2020.

Hal itu seiring dengan tahap persiapan yang tengah dilakukan. Satu di antaranya pemeriksaan rapid test secara bertahap bagi 4.524 tenaga pendidik di semua sekolah yang akan mulai membuka kegiatan tatap muka.

Rekomendasi Satgas Covid-19

Dari Jakarta dilaporkan, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyarankan Pertemuan Tatap Muka (PTM) di sekolah disesuaikan dengan rekomendasi Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 di masing-masing daerah.

Mendagri tetap menyarankan dimulainya aktivitas belajar secara tatap muka di sekolah disesuaikan rekomendasi Satgas Covid-19 daerah.

“Mengenai masalah penentuan zona yang diperbolehkan adanya Pertemuan Tatap Muka (PTM), saran kami agar Satgas pusat memberikan rekomendasi secara umum,” kata Tito dalam keterangan tertulisnya, Senin (3/8/2020).

“Tapi secara spesifik Satgas masing-masing (daerah) yang memberikan rekomendasi, namun diskresinya tetap kepada dinas (pendidikan) daerah masing-masing,” lanjut Mendagri.

Penentuan tersebut didasarkan pada argumen bahwa Satgas dan dinas pendidikan masing-masing daerah lebih mengetahui kondisi wilayahnya masing-masing.

Ia menambahkan, tidak semua daerah yang berstatus zona kuning atau hijau, betul-betul menggambarkan situasi yang terjadi.

Dengan demikian, Satgas dan dinas pendidikan masing-masing memiliki peranan strategis untuk menentukan kebijakan pertemuan tatap muka di sekolah.

“Oleh karena itu Satgas daerah dan dinas ini menjadi penting, menjadi kunci untuk penentuan apakah di tempat itu boleh dilakukan pertemuan tatap muka atau tidak,” terangnya.

Pembagian Zona Covid-19

Satgas Covid-19 Nasional membagi level kewaspadaan corona menjadi empat, yaitu Zona Merah (Risiko Tinggi) atau penyebaran virus belum terkendali, Zona Oranye (Risiko Sedang) atau penyebaran tinggi dan potensi virus tidak terkendali, Zona Kuning (Risiko Rendah) atau penyebaran terkendali dengan tetap ada kemungkinan transmisi, serta Zona Hijau (Tidak Terdampak) atau risiko penyebaran virus ada tetapi tidak ada kasus positif COVID-19.

Data Satgas Covid-19 Jabar per 21 Juli menunjukkan, 22 wilayah di Jabar masih masuk zona risiko rendah atau kuning. Hanya lima yang masuk kategori risiko sedang (zona oranye).

Kelima daerah yang masuk kategori oranye adalah Kota Bogor, Kota Bandung, Kota Bekasi, Kota Depok, dan Kota Cimahi. Wilayah di luar lima tersebut berada di zona kuning.

Pemprov Jabar akan mengalkulasi kecamatan dari 22 daerah berisiko rendah terkait dengan rencana kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka di sekolah. (PT)

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *