Sekolah Tatap Muka Munculkan Klaster Baru Covid-19

New Normal Sekolah
New Normal Sekolah (Okezone)

PILARTIMES.COM — Sekolah tatap muka yang mulai dibuka di sejumlah daerah memunculkan klaster baru penularan Covid-19.

Dilaporkan akun @laporcovid, klaster baru corona yang membuat sejumlah guru dan murid terinfeksi Covid-19 itu antara lain klaster sekolah Tulungagung. Siswa (9 th) warga Kec. Pagerwojo, tertular dari ayahnya yang reaktif menulari 5 siswa dan 2 guru.

Klaster Sekolah Lumajang seorang guru SD dalam Program Guru Sambang, sejak 28 Juli 2020, positif Covid-19 pada Senin (10/8/2020). Guru tersebut potensial menulari beberapa siswa yang jadi kelompok belajar di rumah.

Kemudia klaster sekolah di Kalimantan Barat. Sebanyak 14 siswa dan 8 guru di Provinsi Kalbar terkonfirmasi positif Covid-19. Mereka dari SMA 1 Ketapang, SMA 1 Ngabang, SMA 1 Pontianak, SMPN 1 Pontianak, SMAN 2, dan SMAN 3.

Klaster Sekolah Tegal melibatkan siswa SD dari Kecamatan Pangkah, Tegal, yang tertular dari kakeknya dan potensial menulari guru dan teman sekelasnya yang sempat mengikuti KBM tatap muka di sekolah.

Baca Juga

Klaster sekolah Cilegon terjadi setelah seorang siswa SMPN 7 Cilegon positif Covid-19 di masa uji coba KBM tatap muka di 53 sekolah, mulai 3 Agustus 2020. Mulai 5 Agustus 2020, kebijakan itu lalu dibatalkan Dinas Pendidikan Cilegon.

Di klaster sekolah Sumedang, seorang pelajar (6 thn) asal Kecamatan Situraja dan pelajar (9 thn) dari Kecamatan Sumedang Utara tertular pedagang Pasar Situraja saat perjalanan ke/dari sekolah.

Klaster sekolah Balikpapan dari seorang guru yang positif Covid-19 menulari 28 orang guru dan pegawai sekolah, di 1 SD dan 1 SMP, termasuk batita perempuan (2 thn), per 6 Agustus 2020. Empat hari kemudian, penderita Covid-19 menulari 17 orang lagi.

Di klaster sekolah Rembang, seorang guru SMKN 1 Gunem di Kecamatan Gunem dinyatakan positif Covid-19 di awal bulan. Ia menulari 10 guru lain di sekolah yang sama per 7 Agustus 2020.

Sekolah tatap muka diizinkan pemerintah pada Jumat 7 Agustus 2020. Melalui revisi Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri, sekolah yang berada di zona hijau dan kuning diperbolehkan melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka.

Pihak guru sudah menyampaikan kekhawatirannya akan terjadi klaster baru corona di sekolah. Wasekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Satriwan Salim mengaku, dirinya khawatir atas kebijakaan pembukaan sekolah tatap muka di kawasan zona kuning Covid-19 sesuai SKB 4 menteri yang baru.

Menurutnya, penerapan pembelajaran tatap muka di zona hijau dan kuning ini berisiko menciptakan klaster baru di lingkungan sekolah.

“Pembukaan sekolah tersebut dapat memunculkan risiko klaster baru di sekolah,” ujar Satriwan melalui keterangan tertulis, Senin (10/8/2020).

Menurutnya, kebijakan ini bersifat paradoks karena penyebaran Covid-19 di Indonesia masih tinggi, tetapi di sisi lain kebijakan pendidikan membuka sekolah makin longgar.

“Satu bulan lalu sekolah hanya boleh dibuka di zona hijau, itu pun secara bertahap. Tapi sekarang justru di zona kuning pun diperbolehkan,” kata Satriwan.

Menurut Satriwan, hak hidup dan hak sehat bagi anak, guru, tenaga kependidikan, dan orang tua adalah yang utama. Dia merujuk kepada Konvensi PBB tentang anak, bahwa anak memiliki hak hidup dan hak memeroleh kesehatan.*

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *