Sujud Mohamed Salah Ubah Cara Dunia Melihat Islam

Mohamed Salah Sujud
Selebrasi gol, Mohamed Salah sujud syukur (Foto: @premierleague)

PILARTIMES.COM, INGGRIS — Pesepakbola Muslim asal Mesir, Mohamed Salah, menyita perhatian sejak musim lalu berkat penampilan cemerlangnya di Liverpool.

Berposisi sebagai pemain sayap, Mo Salah –sapaan akrabnya– produktif mencetak gol. Selebrasi berupa sujud syukur selalu dilakukannya usai membobol gawang lawan.

Bahkan, musim 2018-2019, bersama rekan setimnya yang juga muslim, Sadio Mane, Salah menjadi top skor Liga Inggris.

Lebih dari itu, Mo Salah juga bisa dikatakan sebagai “duta Islam” di dunia barat, khususnya Inggris.

Sentimen anti-Islam (Islamofobia) di Liverpool, Inggris, diklaim turun drastis berkat kehadiran Mo Salah.

Baca Juga

Mengawali karier profesional di klub El Mokawaloon, Salah menjadi representasi kebangkitan dan sukses Liverpool.

Pemain 27 tahun itu menembus “dunia lain” dengan meruntuhkan cara pandang dunia barat terhadap hal-hal berbau Timur Tengah dan Islam.

Salah memperlihatkan kebiasaan seorang muslim dalam bersyukur dengan bersujud usai mencetak gol. Salah pun menerangkan arti sujud di lapangan yang menjadi salah satu ciri khasnya.

“Itu merupakan salah satu bentuk berdoa atau bersyukur kepada Tuhan atas segala yang telah saya dapat. Itu hanya sekadar doa dan berdoa untuk kemenangan. Saya selalu melakukannya, sejak saya masih muda, di mana-mana,” kata Salah dilansir Liverpool.com.

Aksi berdoa sebelum bertanding dan sujud syukur usai mencetak gol berbuah yel-yel penyemangat dari fans Liverpool.

If he’s good enough for you, he’s good enough for me.
If he scores another few, then I’ll be Muslim too.
Sitting in the mosque, that’s where I wanna be!
Mo Salah-la-la-la, la-la-la-la-la-la-la.

Itulah chant dari suporter Liverpool untuk Salah yang merupakan pelesetan dari lagu tahun 1990-an berjudul ‘Good Enough’ milik Dodgy.

Efek Salah di lapangan tak cuma menghasilkan teriakan yang membuat para penonton ‘ingin berada di masjid bersama Salah’, tetapi juga turut mengurangi Islamofobia di Merseyside.

Menurut penelitian yang dilakukan Universitas Stanford, kedatangan Salah berdampak pada penurunan jumlah kejahatan rasial di lokasi Liverpool berada. Mengacu pada situs Premier League, terdapat penurunan kejahatan berdasarkan ras baik dalam kehidupan nyata maupun di dunia maya.

“Secara keseluruhan, kami menginterpretasikan hasil ini untuk mendukung hipotesis bahwa kedatangan Salah di Liverpool menyebabkan penurunan tindakan fanatisme yang ekstrem,” tulis kesimpulan penelitian tersebut dikutip cnnindonesia.com. (PT)

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *