Tim Penyidik Temukan Bunker Bawah Tanah di Lokasi Ledakan Beirut

Bunker Beirut Libanon

Tim penyidik di lokasi ledakan Beirut, Libanon, menemukan tempat persembunyian berupa bunker bawah tanah di lokasi kejadian ledakan.

Bunker bawah tanah itu ditemukan lima hari setelah  ledakan besar terjadi pada Selasa (4/8/2020) yang menewaskan setidaknya 154 orang.

Puing-puing yang menutupi bunker itu sedang dipindahkan untuk mengakses dan mencari labirin bawah tanah yang menjadi harapan baru bagi keluarga korban yang masih hilang akibat ledakan.

Dikutip CNN Indonesia dari Skynews, bunker itu ditemukan terletak di bawah gudang silo raksasa yang runtuh akibat ledakan.

Baca Juga

Lebih dari 5.000 orang dilaporkan terluka dalam ledakan besar akibat timbunan amonium nitrat di pelabuhan Beirut.

Lebih dari 60 orang dilaporkan belum ditemukan pasca ledakan dahsyat tersebut. Selain itu, jumlah korban tewas terus bertambah mencapai 154 orang.

“Jumlah korban tewas 154, termasuk 25 orang yang belum diidentifikasi. Selain itu, kami memiliki lebih dari 60 orang yang masih hilang,” kata pejabat Kementerian Kesehatan Libanon kepada AFP, Sabtu (8/8/2020).

Kementerian Kesehatan Libanon menyatakan, hingga saat ini terdapat lebih dari 5.000 orang yang terluka. Sebanyak 120 orang di antaranya dalam kondisi kritis.

Saat ini, tim evakuasi masih mencari korban yang hilang tertimbun reruntuhan. Pemerintah Libanon juga tengah mengusut penyebab ledakan di pelabuhan tersebut.

Presiden Libanon Michael Aoun berjanji mengusut tuntas penyebab insiden tersebut. Dia juga menolak segala bentuk penyelidikan internasional untuk mencegah campur tangan pihak asing yang dapat mengaburkan kebenaran.

Pemerintah Libanon menduga ledakan itu disebabkan timbunan amonium nitrat yang disimpan di pelabuhan sejak 2013 tanpa pengamanan memadai.

Dilaporkan, terdapat 2.750 ton amonium nitrat di gudang tersebut. Amonium nitrat merupakan bahan kimia berdaya ledak tinggi.*

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *