Tokoh Papua: Serangan Menteri dan Buzzer ke Anies Hanya Tutupi Kegagalan Jokowi Atasi Covid-19

Jokowi Gagal Atasi Covid-19
Presiden Jokowi (Foto: indonesia.go.id)

Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai gagal mengatasi peningkatan kasus Covid-19 di tanah air.

Kegagalan itu diperparah dengan adanya penolakan dari sebanyak 59 negara kepada warga Indonesia untuk masuk ke wilayahnya.

Penilaian itu diungkapkan tokoh Papua, Christ Wamea, Sabtu 12 September 2020.

Menurut Christ Wamea, selama ini arah kebijakan Jokowi dalam mengatasi pandemi tidak jelas. Menurutnya, apa yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sejatinya membantu kebijakan pemerintah pusat.

“Ada 59 Negara tidak membolehkan WNI masuk ke Negaranya, ini artinya arah kebijakkan Presiden untuk mengatasi Covid-19 semakin tidak jelas. Untuk itu kebijakan PSBB dari pak Gubernur DKI saat ini hanya semata-mata membantu tugas Presiden dalam menekan penyebaran wabah corona,” ujar Christ Wamea melalui akun twitternya, Sabtu (12/9/2020).

Baca Juga

Christ menilai, Anies Baswedan merupakan kepala daerah yang sejak awal telah berupaya mengantisipasi penyebaran Corona di DKI Jakarta. Namun konsistensi itu dibully oleh mereka yang berseberangan.

“Pak Gubernur DKI Jakarta merupakan sosok pekerja yang baik. Seluruh kebijakannya menyangkut Covid-19 pasti beliau konsultasi dgn ahli kesehatan bukan spt yg lain masalah kesehatan dikonsultasi dgn artis dan buzzerRp,” tulisnya.

“Pak Anies adalah kepala daerah yang sejak awal sangat ketat menangani penyebaran pandemi Corona di wilayah DKI agar cepat berakhir. (Dia) Tetap konsisten ambil kebijakan untuk keselamatan nyawa warganya walaupun dia difitnah oleh gerombolan rezim,” kata Christ dikutip galamedianews.com.

Dia pun menilai para menteri Jokowi yang saat ini gencar melayangkan kritikannya kepada Anies Baswedan soal PSBB, karena hanya ingin menutupi kelemahannya.

“Para menteri dan buzzer rezim yang kritik kebijakan Gubernur Jakarta hanya untuk menutupi kelemahan rezim dalam mengatasi penyebaran Covid-19. Rezim pencitraan sampai nyawa rakyat pun dipolitisasi,” pungkasnya.*

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *